News Detail

4 langkah mendidik anak agar mudah minta maaf

Ayah bunda, nak-anak harus diajarkan bagaimana menjalin hubungan yang baik bersama dengan oranglain. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjalinnya hubungan yang baik bersama dengan oranglain adalah dengan memberikan anak pemahaman bagaimana menerima dan memberi. Bukan hanya dalam lingkup barang atau peralatan, anak-anak juga perlu memahami konsep bagaimana memafkan dan meminta maaf sewaktu mereka melakukan kesalahan. Dengan begini, sikap dan karakter bijak dan lapang dada untuk bisa memafkan oranglain akan terbentuk dalam dirinya.

Dengan mengajarkan anak konsep memaafkan dan memita maaf akan juga membentuk pribadi mereka yang penyayang dan peduli terhadap sesama, yang mana hal ini dibutuhkan dan diperlukan saat mereka dewasa kelak. Sayangnya, orangtua saat ini umumya kerap kali menyepelekan pengembangan kemampuan meminta maaf dan mudah memafkan pada diri anak-anaknya. Hal ini mungkin dipengaruhi, karena sebagian besar orangtua lebih banyak berfokus pada pengembangan kemampuan akademis anak disekolah. Sementara untuk pengembangan moral dan etika mereka lebih cenderug menomor duakan hal ini. Padahal, untuk membentuk buah hati menjadi seseorang yang berkualitas dan bermanfaat bagi keluarga serta menjadi seorang khalayak luasnya adalah penting sekali untuk mereka memiliki rasa toleransi, kompromi, empati dan kemampuan memaafkan oranglain.

Sifat mudah memaafkan pada diri seseorang mencerminkan jiwa yang bijaksana dan ikhlas. Sebagaimana mengutip dari Positive Parenting Solution, anak-anak yang peka terhadap hal-hal yang berbau dengan kemanusiaan dapat menjadi calon generasi bangsa yang berkualitas bahkan bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat dimasa depan. Anda tentu ingi jika ketika dewasa kelak anak anda tumbuh menjadi seorang yang bukan hanya cerdas dalam segi akademis namun secara moral mereka pun berkualitas.

Untuk itulah, penting seklai memupuk pendidikan sedini mungkin untuk mengajarkan anak bagaimana memahami dan mampu mengaplikasikan dua konsep memafkan dan meminta maaf baik ketika mereka meminta tolong atau sewaktu mereka melakukan kesalahan, serta mengajarkan pada anak bagiamana berlapang dada untuk menerima dan memaafkan sesamanya.

Meskipun terkadang rasanya sulit bagi kita untuk menerima kesalahan oranglain dan akan terasa lebih mudah menilai kesalahan oranglain, namun sebaiknya hal serupa tidak didapatkan oleh anak. Untuk itu, memberikan pendidikan dan membangun mental anak untuk menjadi pribadi yang mudah memafkan dan meminta maaf adalah hal yang penting ditanamkan sejak kecil

Orang tua harus mengetahui cara mendidik anaknya agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pintar, namun juga berkepribadian baik. Cara mendidik anak pun sangat beragam, tidak ada salah dan benar, hanya orang tua harus memperhatikan beberapa aspek. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah kemampuan anak untuk meminta maaf ketika berbuat kesalahan. Tujuannya agar ia mampu mengakui dan tak mengulang kesalahan yang sama. Lantas, apa saja langkah mudah mendidik anak untuk meminta maaf? Berikut tipsnya!

1. Mulai sejak kecil

Sulit mengajarkan anak untuk meminta maaf ketika ia sudah beranjak besar. Jadi, orang tua sebaiknya mulai mengajarkan anak kebiasaan meminta maaf sejak kecil, bahkan saat ia baru bisa bicara dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mulailah mengajari Si Kecil untuk meminta maaf atas kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak sengaja, agar tindakan meminta maaf ketika melakukan kesalahan bisa jadi kebiasaan. Mengingat Si Kecil belum memahami arti dan pentingnya permintaan maaf, semakin besar nanti akan lebih mudah baginya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perbuatan yang ia sesali.

2. Beri contoh

Langkah mudah lainnya untuk mendidik anak meminta maaf adalah dengan cara memberi contoh. Jadikanlah tindakan meminta maaf sebagai bagian dari kebiasaan keluarga. Berbagai tindakan kecil yang mungkin menyakitkan hati anggota keluarga lainnya, ketika bertengkar atau selisih paham, orang tua harus menunjukkan contoh yang baik dan bagaimana caranya meminta maaf yang tulus kepada anak.

Hanya karena berstatus sebagai orang tua, bukan berarti orang tua tidak perlu meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Memberikan contoh pada anak akan membuatnya belajar dan bisa secara spontan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

3. Jangan dipaksa

Meminta maaf merupakan tindakan yang harus dilakukan dengan tulus. Jika dipaksa, permintaan maaf tidak akan mengandung ketulusan di dalamnya. Jadi, langkah mudah pertama yang harus dilakukan untuk mendidik anak dalam meminta maaf adalah jangan dipaksa, apalagi dimarahi.

Berikanlah anak rasa aman agar ia dapat dengan tulus meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan. Memaksa anak untuk minta maaf hanya akan membuatnya takut dan enggan meminta maaf. Ketika anak mendapat cukup banyak dukungan dan rasa aman untuk mengakui kesalahan, ia dengan sendirinya akan bersikap jujur dan berani meminta maaf atas kesalahan tersebut.

4. Beri pengertian

Bagi anak yang belum mengerti arti dan pentingnya permintan maaf, ia mungkin enggan untuk melakukannya. Bila demikian, orang tua harus memberi anak pengertian. Jelaskanlah secara perlahan dan sabar kepada anak bahwa meminta maaf merupakan sebuah tindakan hebat. Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah perbuatan yang terpuji dan dapat membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik.

Meminta maaf juga dapat mendekatkan hubungan pertemanan dan membuatnya mendapat lebih banyak teman. Meski Si Kecil mungkin tidak langsung mengerti, jika orang tua konsisten memberikannya arahan dan pengertian, anak pasti akan belajar dan secara natural meminta maaf ketika ia berbuat kesalahan.

Ketahui cara mendidik anak untuk meminta maaf di atas agar Si Kecil dapat menjadi pribadi yang berani mengakui dan meminta maaf atas kesalahannya. Meskipun kebiasaan meminta maaf mungkin adalah tindakan yang sederhana, namun kebiasaan tersebut akan membantunya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan diterima oleh lingkungan. Semoga bermanfaat!

Sumber : Panduanbunda.com dan bidanku.com