News Detail

5 faktor penghambat perkembangan janin di dalam kandungan

Sebenarnya perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang seimbang. Ibu hamil perlu mencermati kesehatan janin selama kehamilan.

Sementara perkembangan janin di dalam rahim bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Jika itu terjadi maka bisa mengalami yang namanya pertumbuhan janin terhambat (PJT).

Janin yang tidak berkembang dengan baik atau yang biasa disebut sebagai pertumbuhan janin terhambat merupakan suatu kondisi ketika berat janin tidak sesuai dengan masa kehamilan.

Kondisi ini dapat diketahui apabila berat janin kurang dari kisaran normal berat yang ditentukan. Selain itu, tanda yang paling mudah ditemukan adalah ketika besar rahim tidak seimbang dengan usia kehamilan. PJT sendiri disebabkan beberapa faktor, seperti berikut ini.

Faktor Ibu

– Penyakit kronis. Gangguan sistem tubuh kemungkinan menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat. Mulai dari gangguan pada jantung, penyakit diabetes, anemia, atau TBC, dapat menjadi penyebab pre-eklampsia yang kemudian bisa mengakibatkan PJT.

– Fisik ibu yang kecil dan kenaikan berat badan yang kurang. Faktor keturunan dari ibu dapat memengaruhi berat badan janin. Kenaikan berat yang tidak mencukupi selama kehamilan dapat menyebabkan PJT. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan sebaiknya 9-12 kg. Sebisa mungkin, ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan ideal ini.

– Kebiasaan buruk. Merokok, minum alkohol, dan menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang dapat menjadi penyebab terjadinya PJT.

Faktor Janin

– Plasenta (ari-ari). Kelainan pada plasenta juga dapat menyebabkan PJT. Letak plasenta berada di bawah rahim atau dekat dengan serviks, akan membuat penyaluran nutrisi dari ibu ke janin menjadi terhambat. Akibatnya, berat janin pun tidak ideal.

– Struktur tali pusat. Struktur tali pusat yang tidak normal, seperti adanya simpul atau lilitan, dapat menyebabkan gangguan tranportasi oksigen dan nutrisi kepada janin, sehingga pertumbuhan janin pun menjadi terhambat.

– Infeksi selama hamil. Infeksi bakteri, virus, protozoa dapat menyebabkan PJT. Rubela dan cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi yang sering menyebabkan PJT.

Faktor Bentuk Rahim

Kelainan pada bentuk rahim ibu hamil juga bisa menjadi penyebab dari pertumbuhan janin terhambat. Hal ini terkait dengan kemungkinan letak plasenta yang tidak cukup mendapatkan aliran darah.

Apabila PJT tidak segera ditangani, bayi berisiko lahir dengan berat rendah. Berat lahir yang di bawah normal berisiko menimbulkan banyak gangguan kesehatan dan tumbuh kembang. Untuk penanganan lebih lanjut, bayi yang baru lahir harus dirawat di NICU sampai organ tubuhnya berfungsi dengan baik. Selain itu, PJT juga memungkinkan bayi juga lahir prematur.

Dilansir dari ScienceDaily, bahwa janin berkembang dari akhir minggu ke-8 kehamilan hingga kelahiran. Pertumbuhan yang tidak tepat dapat menyebabkan berat badan lahir rendah.

Disamping faktor diaatas, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat membahayakan kehamilan? Berikut 5 faktor yang memengaruhi perkembangan janin.

1. Bersentuhan dengan bahan kimia bisa mengalami kelainan bawaan

Hampir setiap ibu hamil akan bersentuhan dengan bahan kimia yang mungkin bisa membahayakan janinnya.

Sebagian besar sering Mama temui dalam kehidupan sehari-hari, biasanya meliputi cairan pembersih lantai, obat nyamuk semprot hingga kosmetik.

Jika ibu hamil terpapar sejumlah bahan kimia untuk waktu yang lama, mungkin akan beresiko pada sang janin dan mengalami kelainan bawaan.

Sementara ketika menghirup beberapa bahan kimia, zat-zat tersebut bisa memasuki aliran darah Mama dan berpindah ke janin melalui plasenta.

Sebisa mungkin Mama mengurangi kemungkinan kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya.

2. Latihan fisik yang terlalu berat dapat meningkatkan komplikasi

Setiap ibu hamil memang dianjurkan bergerak aktif agar tubuh tetap segar dan bugar selama kehamilan.

Namun ada hal-hal yang perlu ibu hamil hindarkan agar tidak menghambat perkembangan janin di dalam kandungan.

Ya, beberapa kegiatan atau olahraga yang terlalu berat dapat berisiko meningkatkan komplikasi dan membahayakan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Mama mengikuti anjuran dokter atau instruktur untuk memilih jenis kegiatan dan porsi olahraga yang tepat.

3. Meminum obat tanpa resep dokter akan menghambat pertumbuhan lengan dan kaki janin

Tentunya tidak semua obat terbilang aman dan bisa dikonsumsi saat hamil. Ada beberapa obat yang dilarang untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

Salah satunya obat-obatan yang dijual bebas seperti jenis thalidomite yang dapat menghambat pertumbuhan lengan dan kaki janin.

Menurut Health Insurance Quotes.org, jenis obat seperti aspirin cukup beresiko memengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko masalah paru-paru.

Selain itu sebaiknya ibuprofen juga tidak dikonsumsi tanpa resep dokter, karena ibuprofen termasuk kategori obat yang bisa menyebabkan kerusakan pada jantung janin.

4. Mengonsumsi obat herbal akan menyebabkan masalah di masa kehamilan

Herbal memang banyak terbukti untuk menjaga kondisi kesehatan dan mengobati beberapa penyakit.

Namun jika pemilihan obat herbal yang tidak tepat justru berbahaya untuk ibu hamil, yakni mengganggu tumbuh kembang janin.

Resiko yang kemungkinan besar disebabkan oleh efek samping dari konsumsi obat herbal adalah bayi lahir prematur, kontraksi uterin hingga adanya kecacatan pada janin.

Dikutip dari IntechOpen, bahwa menggunakan obat herbal terkadang menyebabkan masalah di masa kehamilan seperti mulas, keguguran dan reaksi alergi.

Jadi alangkah baiknya jika Mama berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi untuk mengetahui jenis herbal apa yang baik untuk kesehatan.

5. Merokok dan meminum alkohol menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat

Kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol juga dapat menjadi penyebab terjadinya pertumbuhan janin terhambat (PJT).

Bentuk efek samping yang ditimbulkan dari merokok dan mengonsumsi alkohol bisa bermacam-macam, antara lain kurangnya berat badan bayi, keguguran atau perilaku menyimpang pada bayi saat dia sudah lahir.

Zat nikotin yang terdapat di dalam rokok sering kali membuat pasokan oksigen dalam tubuh berkurang dan penyempitan pembuluh darah.

Saat pembuluh darah dan tali pusat mengalami penyempitan, hal ini akan menyebabkan nutrisi yang menyalur ke tubuh janin tidak bisa bekerja dengan baik.

Jadi buatlah komitmen untuk menghindari rokok maupun minuman beralkohol di masa kehamilan hingga menyusui.

Nah, itu dia 5 faktor penghambat perkembangan janin. Oleh sebab itu, agar kondisi sang janin selalu sehat sebaiknya ibu hamil harus sering berdiskusi dengan dokter kandungan.

Sumber : Popmama.com dan Motherandbaby.co.id