News Detail

8 Permainan ini membuat bayi belajar tersenyum

Pernah bertanya-tanya mengapa si kecil jarang tersenyum? Coba pikirkan kembali, jangan-jangan kamu memang tak pernah menampilkan wajah senyum di depan bayi. Padahal, bayi selalu meniru ekspresi ibu. Kemampuan tersenyum ini bisa dilatih sejak dini, lho. Ibu, lakukan 5 jenis permainan ini untuk laltih bayi tersenyum.

Tahapan senyum bayi yang perlu ibu ketahui

Ketika lahir, bayi kamu masih jarang tersenyum. Pada usia 6-8 minggu, bayi akan mulai menunjukkan senyum sosialnya. Senyum sosial ini dilakukan dengan penuh kesadaran bayi sebagai respons mengenali wajah orang-orang di sekitarnya. Jika saat usia tiga bulan, bayi belum menunjukkan senyum sosialnya, coba konsultasikan kepada dokter anak. Ini untuk memastikan tidak ada gangguan penglihatan atau psikologis di bayi kamu.

Memasuki usia 2-3 bulan, bayi akan mulai tertawa saat tersenyum. Seiring berkembangnya penglihatan bayi, kamu bisa mulai menstimulasi senyumannya melalui berbagai cara dan permainan. Jika ingin melatih bayi tersenyum, kamu bisa melakukan 5 jenis permainan ini.

1. Bermain cilukba untuk mengecek responnya

Ini adalah permainan andalan yang terbukti selalu berhasil membuat bayi tersenyum. Kamu bisa meletakkan bayi di atas kasur dan posisikan diri kamu berhadapan dengannya. Tutup wajah kamu dengan tangan atau kain hingga menghilang dari pandangannya sambil berkata, “Ciluk…,” lalu tahan hingga 5 hingga 10 detik. Tampilkan lagi wajah kamu disertai mimik lucu sambil mengucapkan, “Baaa…” Atur suara dan ekspresi kamu sehingga tidak mengagetkan si kecil.

2. Mengubah-ubah eskpresi wajah supaya bayi terpicu untuk tertawa

Apa pun bentuk wajah yang kamu buat di depan si kecil, pasti akan membuatnya tersenyum dan tertawa riang. Posisikan diri kamu di hadapan bayi dan keluarkan aneka ekspresi wajah seperti tersenyum, sedih, marah, tertawa, hingga menangis.

Kamu juga bisa mencoba aneka bentuk wajah yang konyol, seperti memonyongkan bibir, menarik pipi, mengerjapkan mata, dan menggerakkan alis. Dijamin si kecil akan terkesima dan tertawa bahagia.

3. Meniru suara binatang agar perkembangan indera lebih cepat

Meniru suara binatang tidak hanya dapat menstimulasi senyum si kecil saja. Namun, juga pendengaran, penglihatan, serta peraba bayi. Coba tirukan aneka suara binatang, seperti kucing, anjing, sapi, burung, dan bebek. Agar bayi makin bersemangat, kamu bisa tambahkan gerakan yang menyerupai hewan-hewan tersebut.

4. Maju mundur stroller supaya bayi merasa senang

Manfaatkan stroller sebagai salah satu alat membuat bayi tertawa. Letakkan si kecil di dalam stroller lalu ajak dia jalan-jalan ke area rumah yang cukup lega. Dorong stroller dengan kecepatan lambat ke depan. Lalu, tarik dengan kecepatan yang ditambah. Lakukan berulang atau ganti urutannya.

Pastikan bayi berada pada posisi yang aman dan terjaga oleh sabuk pengaman. Saat bermain ini, kamu juga perlu menjaga keseimbangan tubuh agar tidak membahayakan si kecil. Meski tidak bisa melihat wajahnya tersenyum, kamu bisa mendengar suara tawanya yang kesenangan.

5. Gelitik tubuh si kecil dengan jari-jari ibu

Tidak perlu cara yang sulit untuk bisa melatih si kecil tersenyum dan tertawa. Ibu cukup gunakan jari-jari tangan. Jumput dengan lembut beberapa bagian tubuhnya, seperti perut, wajah, kepala, kaki, dan bagian lainnya. Lakukan gerakan tersebut secara perlahan. Berikan jeda anak untuk berhenti tertawa sebelum mulai menggodanya lagi supaya bayi tidak kehabisan napas.

Namun, hindari menggelitiki bayi hingga tertawa. Sebab tertawa saat digelitik, tekadang dilakukan bayi untuk mengatasi ketidaknyamanannya saja. Hentikan jika kamu melihat anak mulai tidak nyaman atau tertawanya berlebihan.

6. Mengeksplorasi Lingkungan



Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan bunga, buah, daun, batang, dan rantingnya; lalu ada daun yang sudah kering, buah yang masih muda, masak, atau jatuh membusuk; juga ada pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar, dan banyak lagi.
Cara Bermain:
Ajak bayi ke halaman (digendong atau didudukkan di stroller), lalu kenalkan satu per satu benda-benda tersebut.
Manfaat:
* Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.
* Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar berbicara.
* Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.

7. Mainan

Banyak mainan edukatif yang bisa diberikan kepada bayi. Hanya perlu dipilih yang sesuai dengan usia bayi. Biasanya baru bisa diberikan jika anak sudah mampu duduk, menggenggam, memindahkan, memasukkan, di usia sekitar 7—12 bulan.
Peralatan dan cara bermain:
Mainan-mainan edukatif sesuai kebutuhan. Contoh, mainan balok yang dimasukkan-dikeluarkan ke/dari wadah, bola karet yang bisa diremas-remas, mainan tarik yang bisa ditarik-tarik, mainan yang berbunyi dengan suara-suara binatang, dan banyak lagi.
Manfaat:
* Merangsang kemampuan motorik.
* Mengenal bentuk dan warna.
* Merangsang sensoris, merangsang imajinasi, dan banyak lagi.

8. Permainan Kreatif


Banyak permainan kreatif yang bisa dilakukan bersama bayi. Manfaatkan benda-benda di sekeliling rumah untuk dijadikan media permainan. Dari gelas plastik, sendok, kardus bekas, bekas bungkus makanan, botol plastik, dan lainnya.
Cara Bermain:
Jadikan benda-benda tersebut seolah-olah bergerak. Bekas bungkus makanan cokelat misal, bisa dijadikan pesawat terbang. Tirukan bunyi suara pesawat terbang lalu bilang, “Ini adalah pesawat terbang!”
Manfaat:
* Melatih kreativitas dan imajinasi anak.
* Membangun kelekatan.
* Meningkatkan kemampuan eksplorasi, pengamatan, dan lainnya.

Ternyata tidak sulit, ya, membuat bayi tertawa. Yuk, ibu sudah bisa langsung coba sendiri 5 cara di atas bersama si kecil.