News Detail

Anak suka gregetan saat pegang mainan, ini cara mengatasinya

Di usia 8 bulan, bayi sudah lebih ‘mobile’ dan semakin besar rasa ingin tahunya. Selain itu, ia mulai bereksperimen di bidang motorik kasar, yakni melempar-lempar benda dan bermain bola gelinding (sambil duduk). Selain itu:
• Ia juga banyak bereksperimen di bidang motorik halus, seperti mulai memegang benda dengan dua jari. Semakin lama semakin kecil benda yang bisa dipegangnya.
• Di bidang kognitif, ia mulai mengenal rasa, pandai memasukkan finger food ke dalam mulut, dan semakin mengenal lingkungannya (sehingga merasa cemas ketika Anda tidak berada di dekatnya).
• Di bidang verbal komunikasi, ia semakin responsif (dan responsnya juga semakin kaya), banyak bereksperimen dengan suara dan bunyi-bunyian, serta mulai pandai mengekespresikan perasaannya. Jadi, Anda benar-benar bisa tahu ketika ia sedih, senang, puas, atau terpesona.
• Sikap bayi adalah salah satu bentuk ekspresi. Sudah banyak yang ingin ia komunikasikan, namun kemampuannya masih sangat terbatas. Akibatnya? Ia terus mencoba berbagai ‘body language’. Justru ini merupakan bagian dari tahapan perkembangannya, serta bukan sesuatu yang abnormal. Bukan pula suatu kelainan neurologis, sehingga Anda bisa tenang dan menikmati kekayaan perbendaharaan ekspresi bayi.

Jika  Anak bunda berusia 6 bulan, kalau memegang mainan dari usia 4 bulan pasti dimasukan kemulut dan akhirnya malah gregetan dengan berteriak-teriak cenderung emosi, apakah wajar ga?

Bunda, menjelang umur 1 tahun si Kecil belajar mengenal dunia lewat indranya, yaitu dengan melihat, menyentuh, mendengar, mencium, dan mencecap. Jadi, jika si Kecil memasukkan mainan ke mulut, itu hal yang wajar. Ini merupakan sinyal bahwa ia mulai tertarik dengan lingkungannya. Meskipun si Kecil mulai aktif menggunakan tangannya (mengambil, mencengkeram, menepuk, dll.), ia sebenarnya belum bisa mengoordinasikan jemarinya dengan baik. Jadi, ketika ia semakin penasaran untuk mengetahui sesuatu, biasanya ia akan memasukkan benda itu ke mulut. Memasukkan benda ke mulut membantu si Kecil mengenal bentuk dan tekstur suatu benda.

Jika Bunda khawatir barang-barang yang dimasukkan ke mulut si Kecil membuatnya tersedak, sebaiknya siapkan mainan yang cukup besar dan aman sehingga tidak akan masuk ke tenggorokannya. Seberapa besar mainan itu? Untuk mengukurnya, pakailah rol tisu gulung. Jika mainan itu tidak bisa masuk lubang, berarti aman. Selain itu, pastikan si Kecil sering mencuci tangan dan cucilah mainan yang sering dimasukkan ke mulut.

Cara  meredakan geregetan si Kecil bisa dengan mengajaknya bermain kontak langsung dengan banyak oranng. Jika ia berteriak-teriak, mungkin ia sangat penasaran. Bunda bisa membantu menjelaskan benda apa yang sedang dipegangnya itu. Bunda bisa juga mengalihkan perhatiannya ke mainan lain yang menurut Bunda lebih aman. Tempatkan si Kecil di ruangan yang aman dan berikan mainan yang aman pula untuknya.

Sumber : Paenting club