News Detail

Bagi bunda yang mempunyai balita, ini tips mengelola waktu saat Ramadhan

Pada bulan Ramadhan, mungkin akan terbesit kecemasan di benak ibu yang mempunyai balita. Selama satu bulan ke depan ibu harus pintar membagi–bagi waktu untuk beribadah, mengasuh anak, serta menyiapkan menu sahur dan buka puasa untuk keluarga.B

Hal serupa  dialami oleh Afaaf Rajbee seorang ibu yang mempunyai tiga anak yang masih berusia di bawah lima tahun. Afaaf Rajbee adalah lulusan Hubungan Internasional dari London School of Economics (LSE). Ia sekarang  menjadi bagian dari tim Charity Week di London dan sering menyumbangkan keahliannya kepada masayarakat luas.

Ia selalu cemas ketika bulan Ramadhan tidak bisa mengelola semua kegiatannya dengan baik. Namun setahun terakhir akhirnya ia bisa melalui Ramadhannya lebih baik dengan menemukan beberapa formula yang sangat membantunya. Formula tersebut ia bagikan dalam tulisan berikut yang dilansir Muslim Matters.

1. Siapkan hidangan buka puasa pada pagi hari

Tentuka menu dan tuliskan ke dalam buku daftar makanan yang akan dimasak selama Ramadhan. Pagi hari Anda bisa mulai memasak makanan yang Anda telah tentukan. Dengan demikian Anda akan mempunyai waktu lebih untuk melakukan hal lain sebelum Magrib. Memasak sebelum Magrib akan membuat Anda sangat kewalahan. Ketika Anda kelelahan dan dehidrasi, sangat sulit untuk memasak dengan cepat. Karena itu, cobalaH menjadikan pagi Anda waktu yang paling produktif untuk menyiapkan hidangan buka puasa.

2. Gunakan waktu salat sebagai tanda pembagi kegiatan

Afaaf selalu menargetkan menyelesaikan seluruh kegiatan di dapur sebelum dhuhur. Waktu salat dhuhur adalah tanda untuk mengakhiri kegiatan di dapur. Selanjutnya ia bisa menyelesaikan tugas rumah tangga yang lain atau mendengarkan ceramah dan membaca Al-Quran.

3. Pastikan perbanyak berdoa sesudah Ashar sampai berbuka puasa

Berkali-kali Affaf nyaris merindukan berdoa setelah Ashar karena waktunya nyaris habis untuk memasak di dapur. Ternyata ini juga dialami oleh beberapa ibu yang dia temui. Setelah anak – anak pulang sekolah, Afaaf memberi mereka makan dan membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah atau membaca. Ketika Ashar datang maka itu adalah penanda untuk melaksanakan kegiatan berikutnya.

4. Usahakan anak–anak tidur malam seawal mungkin

Ibadah malam, bacaan Al-Quran, dan tarawih tergantung pada bagaimana Anda bisa mengkondisikan anak–anak. Jangan tidur hingga larut malam agar Anda bisa beribadah di pertengah malam dan tepat waktu dalam menyiapkan makanan untuk sahur.

5. Ramadhan bukan waktu untuk menyimpang dari rutinitas dan tanggung jawab normal

Memang benar kita harus meningkatkan amal ibadah seperti lebih banyak membaca Al-Quran, memperbanyak salat dan sebagainya. Tapi bukan berarti itu meninggalkan rutinitas wajib yang lain seperti menjalankan pekerjaan rumah tangga dan mendidik anak– anak.

Puasa bukan hanya dijalankan selama sepekan atau hanya beberapa hari, tetapi untuk satu bulan penuh. Waktu itu bukanlah waktu yang lama untuk menjadi beban fisik atau mental. Akan tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga Anda dapat menangguhkan aktivitas sehari-hari seperti liburan.

Dalam kegiatan normal biasanya Afaaf menyetrika baju dan menyelesaikan beberapa dokumen serta menyelesaian tugas–tugas yang lain. Dengan manajemen waktu yang baik, dia masih mempunyai sisa waktu untuk mengerjakan hal lain. Jika Anda juga mempunyai manajemen waktu yang baik, yakinlah tidak akan ada penumpukan pekerjaan tumah tangga yang harus diselesaikan setelah Idul Fitri.

Meskipun seorang ibu mempunyai tugas yang banyak namun para ibu juga harus meluangkan waktu untuk membantu orang lain. Dengan demikian kegiatan tidak monoton dan membuat tertekan. Meskipun ibu yang memiliki anak kecil pasti sangat kelelahan tetapi ingatlah Allah SWT mengetahui situasi Anda. Setiap aspek kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi amal ibadah jika niat kita adalah untuk menyenangkanNya.

Sumber : Republika.co.id

Baca juga yang ini :