News Detail

Bahaya MSG bagi bayi kita yang perlu ayah bunda ketahui

Ayah bunda, sepertinya MSG sudah sangat akrab pada setiap makanan yang kita konsumsi. Kayaknya kalau masakan tidak memakai MSG berasa kurang enak dan kurang gurih. Makanan sarapan pagi yang sering kita konsumsi dan hampir semua menggunakan MSG adalah Bubur Ayam. Saat pagi paling nikmat dan pas mengkonsumsi bubur ayam. Tapi sayangnya masih banyak dari orang tua juga membelinya untuk buah hatinya, bahkan sebagai makanan pendamping ASI. Alasan memilih bubur ayam karena jika pagi para bunda juga sibuk mengurus keperluan pagi untuk ayah dan kakak-kakaknya, persiapan sekolah dan lain-lain. Jadi pilihan paling praktis adalah membeli bubur ayam yang praktis, karena ga mungkin sempat membuat bubur untuk buah hatinya.

Padahal bubur ayam selain mengandung MSG juga kandungan gizi untuk buah hati kita sangat kurang. Terdapat pro dan kontra tentang penggunaan msg sebagai bahan tambahan makanan. Lalu apakah sebenarnya msg itu? Mengapa begitu banyak orang menyukainya, dan mengapa bisa membahayakan kesehatan?

Mengenal MSG

MSG merupakan sebutan dari monosodium glutamate, sebuah garam natrium dari L-asam glutamat (GLU) atau asam amino non-essensial. Sebuah asam yang berfungsi sebagai pembentuk protein yang memiliki peranan yang cukup penting bagi tubuh makhluk hidup, terutama manusia. Umumnya tubuh dapat menghasilkan sendiri senyawa glutamat tersebut, untuk menjaga fungsi otak, metabolisme tubuh serta menambah energi. Senyawa tersebut pun juga bisa di dapat dari bahan makanan lainnya, seperti pada daging, susu, keju juga sayur-sayuran tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan para ahli, setidaknya seseorang mengkonsumsi asam glutamat hampir 100 gr dalam sehari. Berikut rinciannya

Dari bahan-bahan alami 11 gr,

Dari MSG sekitar 1 gr,

Dari konsumsi keju 30 hingga 45 gram dan

50 gr yang diperoleh dari hasil alami dalam tubuh.

Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah tulisan karya Prof. Bernd Lindmann dari University Homburg, bahwa konsumsi protein dalam tubuh manusia merupakan kebutuhan yang mutlak demi menjaga sistem metabolisme dalam tubuh serta kehidupan. Serta dalam perkembangannya manusia juga mulai meningkatkan kepekaan dalam mengenali bagaimana rasa protein serta menggemarinya sebagaimana fungsi protein yang teramat penting bagi kehidupan.

Ini menunjukan bahwa msg yang ditambahkan pada makanan dianggap begitu penting bagi tubuh demi menjaga metabolisme tubuh serta menjaga sistem pencernaan. Itulah sebabnya mengapa banyak anak-anak maupun dewasa yang menggemari makanan yang berbumbu penyedap seperti makanan cepat saji atau pun makanan ringan seperti keripik kentang kemasan.

Baca juga ya :

Bahaya MSG buat bayi

Banyak orang awam yang mungkin saja memiliki pemikiran, bahwa tak apa jika mengkonsumsi MSG sesuka hati tanpa mengontrolnya. Lagipula tubuh juga dapat menghasilkannya secara alami dan juga membutuhkannya untuk metabolisme. Selain itu, proses pembuatannya juga terbilang alami tanpa menggunakan tambahan bahan kimia, yakni dengan cara fermentasi. Namun, dalam beberapa penelitian para ahli mengungkapkan bahwa konsumsi MSG secara terus menerus dan cenderung tanpa kontrol dapat meniimbulkan beragam masalah kesehatan.

Berbeda dengan senyawa glutamat yang terdapat dalam beragam bahan makanan segar seperti pada daging dan juga sayuran, yang terikat berasam asam amino lainnya yang membentuk protein. Namun glutamat yang terdapat pada MSG nyatanya adalah senyawa yang mengandung racun (exitotoxin). Dan menurut badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat, konsumsi MSG untuk anak dalam batas aman adalah 2 gr saja tiap harinya. Dan jika berlebih dapat menimbulkan alergi.

Berikut ini beberapa bahaya MSG untuk anak dan bayi jika dikonsumsi secara berlebih, diantaranya:

Meningkatkan resiko hiperaktif pada anak

Menurut beberapa ahli gizi, anak-anak yang mengkonsumsi makanan tinggi kandungan MSG-nya bisa menjadi salah satu penyebab anak hiperaktif. Dan cara mengatasi anak hiperaktif  yang disebabkan oleh konsumsi MSG yang berlebih salah satunya dengan mengganti makanan, atau pun dengan menghentikan pemberian MSG sama sekali terhadap makanan anak.

 

Menurunkan fungsi Otak

MSG yang di jual bebas dipasaran, nyatanya mengandung senyawa oksitosin atau bersifat racun dalam tubuh. Jika konsumsi secara berlebih, dapat membuat sel-sel neuron dalam jaringan otak mati. Hal ini bila terus berlanjut akan membuat perkembangan pada otak menjadi terhambat atau bahkan mengalami kemunduran. (baca juga: Makanan Yang Baik Untuk Otak Janin Dalam Kandungan, Perkembangan Motorik Halus Anak)

 

Resiko Terserang Kanker Meningkat

Kandungan exitotoxin dalam MSG buatan yang beredar luas dipasaran saat ini bila dikonsumsi secara bersamaan dengan minuman bersoda atau soft drik justru akan meningkatkan radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Seperti yang para ahli ungkapkan bahwa, radikal bebas merupakan pemicu utama berkembangnya sel kanker dalam tubuh dengan cepat.

Meningkatkan Resiko Obesitas

Sebagaimana disebutkan dalam beberapa penelitian jika secara tidak langsung tubuh mengartikan kebutuhan msg menjadi amat penting. Inilah efek dari konsumsi MSG tersebut yaitu ketagihan, maka seseorang akan selalu ingin dan ingin lagi makan makanan yang berbumbu. Ini tentu membuat anak menjadi sering makan dan akhirnya berat badannya tak bisa terkontrol karena keinginan makan tersebut sulit dikendalikan disebabkan mengkonsumsi makanan yang dibubuhi MSG.

 

Meningkatkan Alergi

Mengkonsumsi bahan maakanan yang mengandung maupun ditambahkan MSG ternyata memiliki pengaruh buruk bagi seseorang yang memiliki gangguan alergi dalam tubuhnya terutama bagi penderita asma. Sebagaimana sebuah laporan yang tercantum dalam ‘Clinical and Experimental Allergy’ tahun 2009, menemukan bahwa dalam kasus yang sangat jarang MSG dapat meningkatkan sensitifitas seseorang pada asam glutamat dalam penyedap rasa yang dapat meningkatkan alergi baik pada kulit juga pada pernapasan.

 

Meningkatkan Resiko Kerusakan Saraf

Banyak penelitian menyebutkan bahwa konsumsi MSG secara terus-menerus dapat menyebabkan timbulnya kerusakan pada sistem saraf. Ini dikarenakan kandungan dalam MSG bersifat racun, dan mampu menyebabkan kinerja saraf-saraf menjadi terganggu dan lama-kelamaan menjadi rusak. Inilah sebabnya terkadang kita sering merasa kesemutan, atau pun kaku-kaku serta lebih lanjut dapat menyebabkan depresi. (baca juga: 4 Penyebab Kesemutan pada Ibu Hamil dan Solusinya,  Cara Mengatasi Anak Tantrum , Cara Menghilangkan Stres Saat Hamil)

 

Mempengaruhi Kinerja Jantung

Jika hanya di konsumsi sesekali, memang MSG tak menimbulkan resikonya dengan jelas dan langsung. Namun dampak dari konsumsi secara terus-menerus disebutkan dapat mengganggu kinerja jantung. Seperti meningkatkan ritme detak jantung menjadi tidak teratur dan membuat jantung berdebar-debar, kecemasan berlebihan serta kemungkinan menghambat suplai darah ke jantung. Tentu hal ini bisa meningkatkan resiko timbulnya serangan jantung.

Segala sesuatu yang dimakan oleh anak apalagi bayi kita seharusnya menjadi perhatian utama para orang tua. Sebab kesehatan anak sangat di pengaruhi oleh apa yang ia makan, dan karena anak belum memahami makanan yang tak baik untuk kesehatan. Jaga selalu asupan nutrisi anak agar terjaga kesehatannya selalu.