News Detail

Bayi tidak BAB pasca MPASI pertama? Jangan panik ya bunda

Ayah, Bunda..Bayi anda tidak BAB setelah MPASI pertama adalah hal yang sering membuat Bunda cemas. Kadang, bayi menjadi jarang BAB setelah dikenalkan makanan padat. Namun sebenarnya hal ini normal dan Bunda tidak perlu cemas berlebihan ya.

Apa sebenarnya penyebab bayi tidak BAB setelah MPASI pertama?

Saat pertamakali bunda mengenalkan MPASI pada bayi, Bunda akan menemui beberapa hal. Di antaranya bayi susah BAB, tidak BAB selama berhari-hari, atau kotoran bayi lebih keras dari sebelumnya.

menurut para ahli hal ini disebabkan Usus bayi yang masih beradaptasi dari konsumsi ASI semata dan kemudian dikenalkan pada MPASI. Jadi hal ini termasuk wajar.”

Oleh karena itulah, disarankan agar orangtua tidak hanya memerhatikan kandungan dalam menu MPASI yang dipilih, namun juga kotoran si bayi. Hal ini untuk mengetahui apakah tubuh si kecil menerima kehadiran sumber makanan baru selain ASI atau tidak.

Bila terjadi sembelit pada bayi, biasanya disebabkan oleh alergi pada makanan tertentu atau adanya gangguan pada saluran pencernaan. Dokter Melissa menyarankan untuk memberikan bubur buah pir dan plum, serta pemberian air putih untuk mengurangi gejala bayi yang tidak BAB selama berhari-hari setelah dikenalkan pada MPASI.

Dr. Aditya Suryansyah seorang pakar kesehatan anak di RSAB Harapan Kita mengatakan, bahwa bayi tidak BAB setelah MPASI pertama atau malah diare, itu merupakan hal wajar. Tubuh anak masih menyesuaikan diri dengan tekstur dan kandungan dari makanan selain ASI.

“Selama anak tetap aktif, tidak mengalami dehidrasi, MPASI bisa diteruskan. Dan, selama BAB si kecil tetap mengeluarkan ampas,” paparnya.

Perubahan yang terjadi pada kotoran bayi setelah MPASI

Dr. Melissa menjelaskan, bentuk kotoran bayi juga akan mengalami perubahan. Semua ini dipengaruhi oleh asupan makanan yang masuk ke tubuhnya. Bila bayi masih ASI eksklusif tanpa tambahan makanan apapun, kotorannya akan encer. Kemudian saat dikenalkan dengan MPASI pertama, kotorannya akan berubah tekstur menjadi agak kental seperti pasta.

Lalu lama kelamaan akan mengeras seperti kotoran orang dewasa. Namun, apabila kotoran bayi berubah menjadi keras secara tiba-tiba, atau bayi tidak BAB setelah MPASI selama lebih dari 5 hari, segeralah hubungi dokter. Hal ini juga berlaku jika bayi mengalami diare saat MPASI pertama dikenalkan.

Warna kotoran bayi juga akan menyesuaikan makanannya. Contohnya, dia baru saja diberi makan bubur buah naga campur ASI, kemungkinan kotorannya akan berwarna merah.

Bila kotoran bayi mengandung lendir, atau berair, hal ini perlu diwaspadai. Bila terjadi, sebaiknya segera konsultasikan kondisi kesehatan si kecil pada dokter.

Apa tanda-tanda sembelit pada bayi?

Bayi tidak BAB setelah MPASI bisa menjadi tanda sembelit yang harus diwaspadai.

Bayi biasanya buang air besar sebanyak 28 kali per minggu, dengan rata-rata dua atau tiga kali setiap hari. Ketika pertamakali dikenalkan pada MPASI, kemungkinan bayi akan mengalami kesulitan BAB. Atau kotorannya berubah menjadi lebih kental dan keras.

Jika BAB terlalu keras, atau bayi menahan BAB dan mulai rewel, bisa jadi ia mengalami sembelit. Berikut ini beberapa tandanya:

  • Frekuensi BAB bayi berkurang
  • Bayi mengejan atau mendorong lebih keras dari biasanya ketika sedang BAB
  • Kotoran bayi keras dan kering.

Cara tepat menggatasi bayi tidak BAB setelah MPASI

  1. Jangan memberi bubur sementara wakt

Jika bayi Anda sudah menerima makanan tambahan sebagai makanan pendamping ASI, maka jangan memberi bubur untuk sementara waktu. Termasuk jika Anda terbiasa memberikan bubur instan, maka hal ini harus dihentikan. Ada bahaya bubur bayi instan yang bisa menyebabkan pencernaan bayi menjadi lebih buruk. Anda bisa menggantikan dengan makanan lain yang lebih aman untuk perut bayi. Jika bayi masih menerima ASI maka cukup diberikan ASI atau susu formula.

Baca juga : Bayi bunda cegukan, ini cara mengatasinya

  1. Kurangi takaran susu formula

Untuk bayi yang menerima susu formula, maka sembelit bisa saja disebabkan oleh susu formula yang terlalu kental. Jika hal ini terjadi maka Anda harus mengurangi jumlah takaran susu formula. Kandungan nutrisi seperti gula dan protein dalam susu formula bisa menyebabkan usus besar bayi bekerja lebih keras. Selain itu susu formula juga sulit untuk diserap oleh usus karena mengandung bahan yang lebih padat dari ASI. Anda hanya perlu mengurangi takaran susu formula namun tetap berikan susu formula yang sesuai kebutuhan pola makan bayi.

Informasi pola makan bayi
  1. Berikan ASI secara terus menerus

Bagi ibu yang memberikan ASI, maka harus terus memberikan ASI. ASI sangat aman untuk bayi yang terkena diare. ASI mengandung antibodi khusus yang didapatkan dari tubuh ibu kemudian masuk ke dalam tubuh bayi. Secara alami ASI akan membantu melancarkan buang air besar bayi. Kondisi sembelit pada bayi yang menerima ASI memang sangat langka. Dan memberikan ASI sesuai jadwal bisa membantu agar saluran pencernaan bayi menjadi lebih baik.

  1. Memberikan air minum

Untuk bayi yang sudah menerima air minum seperti air mineral, maka bisa diberikan air mineral sebagai tambahan cairan untuk tubuh. Tapi hal ini tidak boleh dilakukan untuk bayi yang masih berumur dibawah 6 bulan. Cairan tambahan selain susu sangat baik untuk membantu bayi agar bisa buang air besar dengan lancar. Terlebih untuk bayi yang sudah menerima makanan padat, maka cairan bisa mencegah sembelit pada bayi.

  1. Ganti merek susu formula

Beberapa bayi yang memang menerima susu formula sejak awal biasanya memiliki sistem pencernaan yang sangat peka. Kondisi ini menyebabkan perut bayi tidak bisa menerima jenis zat makanan yang tidak biasa. Jika tetap dipaksakan maka bisa menyebabkan sembelit. Karena itu untuk mencegah sembelit maka Anda bisa mencoba memberikan merek susu formula yang lain. Anda bisa memilih jenis susu bayi yang paling ringan sehingga bayi bisa menerima dengan baik. Kondisi ini biasanya tidak bisa diberikan untuk bayi yang mengalami gejala alergi susu sapi pada bayi. Jadi ASI tetap menjadi pilihan yang paling baik.

  1. Berikan buah dan sayuran (bayi usia lebih 6 bulan)

Untuk bayi yang sudah menerima makanan tambahan seperti buah dan sayuran, maka jenis makanan ini sangat baik untuk melawan sembelit. Anda bisa mencoba untuk memberikan beberapa jus buah dan sayuran yang bisa dimakan oleh bayi dengan baik. Beberapa buah yang disarankan seperti pir, apel, brokoli dan bayam. Anda harus memasak semua bahan ini dengan baik sehingga bayi bisa mencerna dengan lancar. Pastikan semua makanan aman dan sudah dimasak sehingga perut bayi bisa menerima. Namun jangan pernah menerapkan cara ini untuk bayi yang berumur kurang dari 6 bulan karena bisa sangat berbahaya untuk kesehatan. Ibu menyusui juga bisa mengkonsumsi pepaya untuk mendapatkan.

  1. Berikan jus buah prune

Jus buah prune adalah jus yang terbuat dari buah plum yang telah dikeringkan. Proses pengolahan jus buah prune sangat aman untuk bayi. Jus yang memiliki rasa manis alami ini mengandung serat yang cukup tinggi. Kandungan serat ini sangat baik untuk menjaga agar saluran pencernaan bayi menjadi lebih baik. Namun cara untuk memberikan buah prune memang harus diperhatikan. Berikan mulai dengan jumlah yang sangat sedikit lalu setelah itu berikan ASI atau susu formula. Jika bayi sudah terbiasa maka berikan lagi jus buah prune. Namun jangan sampai berlebihan karena bisa menyebabkan perut kembung pada bayi.

  1. Bantu bayi menggerakkan kaki dengan gerakan seperti mengayuh sepeda

Bayi Anda mungkin terlalu banyak tidur sehingga bagian pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Untuk itu Anda bisa membantu bayi untuk bergerak aktif. Gerakan yang sangat disarankan adalah seperti gerakan mengayuh sepeda. Cara ini dilakukan dengan memegang bagian telapak kaki anak dengan baik. Buat posisi bayi telentang namun perut tetap santai. Kemudian gerakkan seperti mengayuh sepeda secara bergantian. Lakukan secara lembut namun jangan memaksakan bayi jika sudah lelah. Setelah itu jika terus dipaksakan maka bisa membuat bayi lelah dan sakit pada perut. Jika sudah ada tanda-tanda bayi buang angin maka bantu untuk bayi agar bisa buang air besar dengan baik. Jika bayi sudah agak besar maka Anda bisa mengajak bayi berenang. Salah satu manfaat renang untuk bayi sangat baik untuk mengatasi masalah ini.

  1. Pijat perut bayi

Bayi yang terkena sembelit bisa saja disebabkan karena kondisi perut yang tidak nyaman. Asupan nutrisi yang terlalu padat menyebabkan usus bayi tidak menyerap nutrisi dengan baik. Untuk mengatasi ini maka Anda bisa memijat perut bayi. Caranya sangat mudah yaitu hanya dengan memijat lembut mulai dari bagian punggung lalu ke pusar. Ingat gerakan tangan Anda harus searah jarum jam agar perut bayi juga menjadi lebih nyaman. Jangan terlalu menekan perut bayi karena bayi bisa merasa sakit dan kurang nyaman.

  1. Mandikan bayi dengan air hangat

Ketika bayi sembelit maka Anda bisa mencoba untuk memandikan bayi dengan air hangat. Namun biarkan bayi berendam sejenak untuk membuat bagian bawah bayi menjadi lebih nyaman. Air hangat bisa membuat tubuh bayi menjadi lebih santai dan nyaman. Kemudian perlahan-lahan otot perut bayi menjadi lebih longgar. Cara ini kemudian akan membantu bayi sering buang angin lalu diikuti buang air besar. Jika Anda melakukan hal ini setelah memijat bayi maka efeknya akan sangat terasa. Tapi ingat jangan sampai membuat bayi menangis karena menangis bisa membuat otot perut bayi tegang.

  1. Stimulasi otot dubur bayi

Jika berbagai cara diatas tidak bisa membantu bayi untuk buang air besar, maka Anda bisa mencoba untuk melakukan stimulasi otot dubur bayi. Caranya adalah dengan menggunakan termometer khusus untuk dubur bayi. Terapkan bahan khusus yang lembut pada ujung termometer lalu masukkan pelan pada bagian dubur bayi. Tapi jangan sampai masuk terlalu dalam karena bisa menyebabkan bayi terasa sakit dan menangis. Kemudian lakukan berulang kali hingga bayi bisa buang air besar. Ingat Anda harus melakukan lembut agar bagian dubur  bayi tidak terasa sakit.

Semmoga bermanfaat buata ayah bunda ya…

Berikan Menu MPASI Yang sehat dan Bergizi dengan Bubur ONiC