News Detail

Begini cara benar mengatasi bayi yang susah makan dimasa MPASI

Ayah Bunda, setiap orang tua pasti sangat merindukan saat – saat anak mulai MPASI, tapi kadang dimasa MPASI inilah kita diharuskam mempunyai ketelatenan dan mau tidak mau harus meluangkan waktu cukup untuk memberikan MPASI ini, disaat pembuatan MPASI maupun saat pemberian MPASI.

Setiap ibu pasti ingin anaknya makan dengan lahap sesuai takaran, sesuai perkembangan tubuhnya. Tapi realitanya sering kita mengalami kendala bayi kita susah untuk melahap MPASI yang kita buat dengan susah payah.

Ada beberapa tips agar anak tidak susah mengkonsumsi menu MPASI nya

  1. Sharing dengan yang berpengalaman

Komunikasi saat ini lebih canggih dan mudah untuk melakukan diskusi melalui dunia maya atau sosmed. Para ibu bisa memanfaatkannya untuk saling bertukar informasi tentang perkembangan anak. Ibu lain yang sudah berpengalaman pasti tak keberatan membagi tips tentang MPASI, tentang menunya, takaran, dan cara pengolahannya, serta penyajian.

2. Bertanya kepada orangtua

Anda bisa bertanya pada orangtua tentang pengalaman memberi makan kita saat kecil. Beda zaman memang, di masa kita kecil sangat sedikit makanan bayi instant dan lebih sulit membuatnya. Tapi tidak masalah, Anda harus bisa membuatnya. Walau agak ribet tapi sehat, dan bisa menyesuaikan dengan selera anak.

3. Jangan langsung memberi susu.

Ya, ini terkait banyak para ibu yang saat anak menggeleng saat ditawari makanan, ia langsung memberikannya susu. Apakah Anda salah satunya, Moms? Semoga tidak ya. Sebab, kalau hal ini dibiarkan, maka jumlah asupan susunya per hari bisa seperti asupan air mineral, yakni 7-8 gelas. Kondisi inilah sebenarnya yang membuat anak jadi menolak tawaran makan, karena perut mereka sudah penuh.


Di sisi lain, susu sendiri merupakan asupan pelengkap, bukan asupan pokok untuk memenuhi nutrisi harian anak. Adapun solusi dari kondisi ini ialah Moms perlu mengajak mereka main dulu. Tujuannya, agar tercipta rasa lapar dalam diri anak. Dengan cara ini, kelak ia bakal relatif mudah diberikan makan.

4. Beri batasan waktu makan sebanyak 30 menit.

Mungkin ini target yang tidak realistis bagi sebagian ibu, karena banyak dari mereka mengaku kalau waktu makan anak mereka itu lebih dari sejam. Baiklah, memang memberi makan tidak segampang membalikan telapak tangan. Tapi, sayangnya membatasi waktu makan harus dibiasakan, Moms. Sebabnya, tubuh akan mengirimkan sinyal yang mengatur rasa kenyang ke otak setelah ia makan 30 menit. Jadi, kalau lebih dari waktu itu Anda masih mencoba menyuapi anak makan, peluang anak menolak saat diberi makan sangat tinggi. Karena sinyal rasa kenyang sudah dikirim ke kepala mereka.

5. Jangan langsung memberi makanan keras.

Ingat ya moms, sistem pencernaan bayi itu sangat sensitif dan butuh adaptasi dari apa yang mereka makan. Jadi, menurut jurnal Eat For Health: Infant Feeding Guidelines, jalan keluar dari kondisi itu sebaiknya orang tua memberikan makanan sesuai dengan tahapan usia – sesuai rekomendasi WHO.

Apa saja makanan di setiap tahapan itu? Simak ulasannya di bawah ini:

Tahap 1: Memberi makanan bubur saring atau bubur susu di usia 6-7 bulan.

Tahap 2: mengenalkan tekstur baru lewat nasi lembek diusia 8-9 bulan

Tahap 3: Setelah mengenal tekstur lembek, Anda boleh mengenalkannya ke tekstur yang lebih padat dan kental. Contohnya seperti wortel, kentang, dan apel. Jika ia sudah berusia 10-12 bulan, berikan Si Kecil keleluasaan makan sendiri dalam bentuk memegang makanannya.

6. Jangan memberikan anak gadget saat ia makan.

Tersebab, kondisi itu bakal fokus anak jadi hilangdan mengurangi kenikmatan ia makan. Dari fenomena ini,hal yang sering dilakukan banyak ibu ialah membiarkan anak menonton film kartun saat makan.

7. Variasi menu

Walau anak saya suka pisang, tapi harus ada variasi menu lain untuk mencukupi nutrisinya. Sejak awal biasakan anak mengonsumsi berbagai variasi menu. Padu padankan menu supaya anak tidak bosan. Ada yang menyarankan mencoba menu yang sama selama 3 hari untuk mengetahui indikasi alergi, tapi anak saya langsung saya biasakan mengonsumsi minimal 2 jenis sayur atau buah. Alhamdulillah tidak alergi, diberi bubur instant juga oke-oke saja.

Saya tidak mematok harus homemade, ada saatnya saya beri makanan bayi instant karena jika terlalu protective juga kurang baik. Kita tidak bisa menghindari kuman-kuman di sekitar tapi setidaknya meminimalisir. Anak saya sekarang lahap makannya semenjak saya masakin sendiri.

Jika ingin ibu tidak repot membuat MPASI yang sehat dan bergizi bisa datang ke Outlet Bubur ONiC terdekat untuk mendapatkan bubur bayi organik yang sehat dan bergizi, ini daftar alamat outletnya KLIK DISINI

8. Kenali cara makan yang disukai anak

Memang posisi makan yang baik adalah duduk manis, hab-hab nyam-nyam, tapi kondisi tiap anak berbeda kan? Untuk anak yang suka GTM (Gerakan Tutup Mulut) seperti anak saya, harus dengan berbagai cara melatih cara makannya. Awal MPASI dia suka ditengadahkan sambil digendong, diajak jalan-jalan, sambil nyanyi dan bercerita, itupun sejam baru habis. Namun seiring waktu berjalan, di usia 7,5 bulan dia lebih suka duduk sambil pegang mainan atau naik babywalker.

9. Sabar

Ini yang susah-susah gampang, ibu mana sih yang tidak gemas saat anaknya rewel tidak mau makan? Saya pernah hampir khilaf memarahi anak sambil memukul gara-gara rewel padahal biasanya tidak. Setelah saya amati ternyata dia ingin minum dulu, baru makan. Saya kurang peka saat itu. Akhirnya setelah minum sebentar dia makan dengan lancar.

Jadi, kuncinya sabar dan telaten, jangan sampai putus asa saat anaknya tidak mau makan. Walau repot , jangan sampai anak tidak diberi makan saat rewel, kasihan anaknya. Anda yang harus lebih banyak bersabar.

Yuk semangat memberikan gizi terbaik untuk anak kita, semoga tipsnya bermanfaat ya bunda.

Dari pengalaman para bunda banyak yang mengatakan setelah mengkonsumsi Bubur ONiC makannya jadi lahap, yu..cobain dan dapatkan Bubur ONiC di Outlet terdekat dari rumah anda.