News Detail

Begini cara mudah meningkatkan produksi ASI

Banyak sekali kebaikan Air Susu Ibu (ASI) untuk anak, Bunda. Itu sebabnya, memberikan ASI eksklusif pada anak penting banget. Tapi, mungkin ada beberapa ibu yang merasa sulit mengeluarkan ASI setelah melahirkan.

Setelah si kecil lahir, Anda akan memasuki masa-masa menyusui. Dengan ASI yang merupakan makanan, minuman dan sumber gizi utama si kecil, terkadang kita merasa khawatir dan bertanya tanya “apakah saya memproduksi cukup ASI?” atau “apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan produksi ASI saya?”. Ditambah lagi jika Anda merasa bahwa ASI Anda tidak kunjung keluar dan si kecil terus menangis sehingga keluarga mulai mempertimbangkan menggunakan susu formula yang tentunya akan mempunyai efek samping bagi si kecil, terutama jika diberikan di umur yang sangat dini.

Selain itu, berikut ini 6 cara sederhana yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI, yang HaiBunda rangkum dari Fox News.

1. Rutin menyusui

“Menyusuilah sesering yang diinginkan sang bayi,” kata Irene Zoppi, konsultan laktasi bersertifikasi internasional.

Semakin sering Bunda menyusui dan mengosongkan payudara, semakin banyak pula ASI yang akan dihasilkan. Selain itu, usahakan bayi menyusu di kedua payudara dalam satu sesi menyusui. Agar pasokan ASI di kedua payudara seimbang.

2. Pompa payudara

Banyak ibu menyusui mengatakan persediaan ASI mereka berkurang ketika mereka kembali bekerja dan itu biasanya karena mereka tidak sering memompa ASI. Jika Bunda dapat melakukan satu sesi pemompaan tambahan sebelum bayi bangun, di siang hari atau di malam hari, terutama jika bayi telah menyusu di malam hari, itu akan membantu.

Bunda juga dapat memompa segera setelah menyusui. Atau memompa payudara juga untuk memastikan payudara benar-benar sudah kosong.

3. Periksa pelekatan

Jika pelekatan bayi dan Bunda saat menyusui tidak tepat, maka ia tidak akan dapat menerima ASI yang cukup, dan ASI di payudara pun akan berkurang produksinya. Maka itu, penting untuk periksa apakah pelekatan sudah benar, hal ini bisa dikonsultasikan dengan konsultan laktasi di rumah sakit atau pada ahli.

4. Tidak perlu minum air putih berlebihan

Mitos umum tentang ASI adalah semakin banyak air yang Bunda minum, semakin baik persediaan ASI, tetapi bukan itu masalahnya.

“Hanya meningkatkan cairan tubuh, tidak akan memengaruhi apa pun terkait volume ASI Anda, kecuali Anda mengeluarkannya,” kata Zoppi.

Minumlah air yang cukup untuk memuaskan dahaga Bunda, tetapi tidak perlu berlebihan ya. Karena sebanyak apapun air putih yang kita minum, tidak akan memengaruhi produksi ASI.

5. Hindari dot dan botol

Memperkenalkan dot atau botol tepat setelah bayi lahir tidak hanya membuat bingung puting. Sebab, Bunda juga akan kehilangan kesempatan untuk memberi ASI pada bayi dan membuat persediaan ASI jadi tidak memadai.

Terlebih lagi, dot atau botol mengganggu proses fisiologis normal menyusui, kata Zoppi. Jadi sebaiknya jangan langsung perkenalkan dot pada bayi selama Bunda masih bisa menyusuinya secara langsung.

6. Hindari stres

Stres jelas dapat memengaruhi suplai ASI, terutama bagi ibu yang memiliki bayi di NICU. Kata Zoppi, jika masalah muncul seperti bayi memiliki masalah kesehatan mendadak atau perlu operasi, biasanya ibu menyusui bisa merasakan penurunan tiba-tiba dalam pasokan ASI nya.

Namun, menjadi ibu baru, atau memiliki anak lagi, bisa juga membuat stres. Nah, cobalah untuk mendapatkan istirahat yang cukup, serta gunakan teknik relaksasi, atau cobalah menemukan cara untuk mengatasi stres.

Selain kebiasaan diatas Bunda juga perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan baik untuk menunjang produksi ASI agar maksimal

Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui

Nutrisi pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan diberikan kepada bayi melalui ASI. Oleh karena itu, selama masa menyusui secara eksklusif, Anda memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300-500 kalori per hari.

Anda tidak perlu mengonsumsi makanan tertentu dengan maksud untuk memperbanyak ASI. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga kualitas ASI. Makanan yang dimakan harus mengandung:

  • Serat
    Diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan sereal.
  • Protein
    Didapatkan dari nutrisi ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan.
  • Karbohirat kompleks
    Misalnya dari nasi, kentang, pasta, dan roti gandum utuh.
  • Susu atau produk olahan susu
    Anda bisa mencoba keju dan yoghurt.

Untuk sayur dan buah, Anda disarankan mengonsumsi setidaknya lima porsi dalam sehari, sebagai pelengkap vitamin dan mineral di dalam tubuh.

Berikut ini adalah beberapa tips tambahan untuk memperbanyak produksi ASI, yaitu:

  • Cukupi kebutuhan cairan

Selama menyusui, ibu dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan. Sebab, produksi ASI mungkin berkurang jika tubuh kekurangan air. Sediakan air putih di dekat Anda saat beraktivitas, agar selalu ingat untuk minum. Minumlah sebelum Anda merasa haus. Jika urine Anda berwarna kuning tua, berarti Anda butuh minum air putih lebih banyak. Anda juga bisa menambah asupan cairan dari susu dan jus buah segar.

Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. Batasi asupannya, tidak lebih dari 3 cangkir per hari. Kandungan kafein pada ASI dapat menyebabkan bayi susah tidur.

  • Vitamin

Anda disarankan mengonsumsi vitamin D setidaknya 2800 IU per hari. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari rekomendasi asupan vitamin D harian untuk orang dewasa yang tidak menyusui yaitu 400 IU setiap harinya. Vitamin dan zat penting lain yang diperlukan dapat diperoleh dari asupan makanan bergizi yang dikonsumsi secara bervariasi.

  • Obat-obatan

Jika beberapa cara di atas sudah dilakukan namun ASI masih dirasa kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan obat-obatan perangsang ASI dari dokter, misalnya domperidone. Selama masa menyusui, Anda perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, termasuk pil KB. Sebelum mengonsumsi obat-obatan apapun, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.

Berbagai tips di atas bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI demi memenuhi kebutuhan Si Kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke klinik laktasi untuk mendapatkan informasi mengenai cara untuk memperbanyak ASI bagi ibu menyusui.