News Detail

Bunda, yu,..lakukan Tummy Time yang benar pada bayi kita

Beberapa belakangan ini, kematian bayi saat tertidur dikenal juga dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) sempat merebak. Kematian ini diperkirakan akibat si bayi lupa cara untuk bernapas saat ia tertidur. Untuk mengurangi angka kematian akibat SIDS, banyak anjuran untuk membiasakan bayi berbaring telentang, yang akhirnya membuat bayi kurang menghabiskan waktu tengkurap dan bersandar pada perutnya. Padahal, bersandar pada perut (tummy time) baik untuk perkembangan bayi.

Mengapa? Tummy time merupakan waktu yang dihabiskan oleh si bayi untuk bersandar pada perutnya, ujar Laura Jana, MD, dokter anak dan penulis Heading Home with Your Newborn. Karena kebanyakan bayi sekarang tidur dengan kondisi telentang, maka disarankan agar bayi memperbanyak waktu saat terjaga dengan bermain sambil tengkurap. Dengan tengkurap, bayi akan membiasakan diri untuk memandang sekitarnya dalam sudut yang berbeda, sekaligus melatih si bayi mengangkat lehernya dan memutar kepalaya sendiri, ini akan membuat otot leher dan pundaknya kuat.

Dikutip dari WebMD, Chris Tolcher, MD, FAAP, dokter anak di  University of Southern California School of Medicine, latihan tummy time bisa dimulai sejak usia bayi sekitar 1 bulan. Ini untuk memastikan tali pusat bayi sudah lepas dan si bayi sudah cukup nyaman untuk tengkurap. Scott Cohen, MD, FAAP, dari Cedars Sinai Medical Center mengatakan, tak ada aturan baku mengenai berapa lama waktu untuk si bayi bermain sambil tengkurap, namun ia menyarankan sekitar sekali per hari dengan waktu yang sekiranya si bayi kuat jalani. Entah itu 15 detik atau 15 menit, tergantung kondisi bayi. Jika si bayi mulai terlihat gusar atau menangis, tandanya ia sudah mulai tak nyaman.

 Beberapa bayi pada awalnya akan menolak atau menangis ketika dimulai tummy time, karena mereka merasa belum punya kontrol dan merasa sulit mengangkat kepala mereka. Namun, jika terus dilatih, bayi akan belajar untuk menyesuaikan diri dan bisa jadi menyukainya, terang Cohen, yang juga adalah penulis buku Eat, Sleep, Poop: A Complete Common Sense Guide to Your Baby’s First Year. Coba lakukan hal-hal ini yang bisa Anda lakukan untuk membuat tummy time lebih menyenangkan untuk Anda dan bayi Anda: –

Jika si bayi masih sangat muda, dan belum bisa menyokong kepalanya sendiri, mulailah dengan mendekap bayi di dada, untuk membantu agar si bayi bisa merasa dijaga. Atau buat si bayi tengkurap di pangkuan, untuk membiasakan si bayi pada perutnya. –

Jika si bayi sudah cukup besar dan kuat, letakkan bayi di lantai atau karpet, dan cobalah untuk berada selevel dengannya. Buat wajah-wajah lucu, bicara dengannya, atau sambil memegang mainan berbunyi di depannya. – Sesekali, naikkan posisi badan Anda sambil bernyanyi atau berbicara, ini akan membuat si bayi ingin mencari wajah Anda, sekaligus melatih otot leher dan pundaknya.

Letakkan si bayi dekat kaca yang berdiri kokoh dan tak akan menimpanya jika tersenggol, atau kotak musik, atau lakukan pijatan lembut pada bagian belakang tubuh bayi. –

Coba sanggah bagian atas tubuh bayi (dada dan lengannya) dengan bantal atau guling kecil. Ini akan mengangkat dan memberikan pandangan si kecil lebih luas, dan membuatnya lebih nyaman. –

Jika si bayi mulai gelisah, alihkan perhatiannya. Baringkan telentang, lalu bermain tiup perut hingga ia tertawa. Jika ia sudah lebih tenang, coba kembalikan ke posisi tengkurap, lalu main-main lagi dengan punggungnya. Pengalihan perhatian bisa membantunya merasa lebih nyaman. – Disarankan untuk memberi jeda setidaknya satu jam setelah si bayi makan sebelum melakukan tummy time.

Sumber : Nasional kompas.com