News Detail

Dampak telat memberikan MPASI bagi bayi

Di usia 6 bulan, bayi juga sudah bisa duduk dengan kepala tegak. Koordinasi mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan pun sudah baik. Selain itu, di usia 6 bulan, kebutuhan dari ASI saja kurang bisa mencukupi kalori si kecil.

“Ternyata, pada saat 6 sampai 8 bulan, bayi butuh 600 kalori, dari ASI cuma dapat 400 kalori, jadi butuh tambahan dari MPASI,” tutur dr Diana kepada Haibunda, beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana jika kita terlambat mengenalkan ASI pada bayi?

Menurut dr Sri S. Nasar, Sp(A)K, yang juga aktif dalam UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, terlambat mengenalkan makanan padat berisiko terhadap timbulnya masalah makan. Perilaku ini pada akhirnya akan membuat anak hanya mau makan makanan tertentu saja, sehingga kebutuhan nutrisinya kurang tercukupi dengan baik.

“Bayi yang terlambat dikenalkan dengan makanan padat (lebih dari 10 bulan), lebih sulit untuk makan dan cenderung lebih pemilih. Anak akan tumbuh menjadi picky eater, suka pilih-pilih makanan,” jelas dr Sri, dikutip dariĀ detikcom.

Dr Sri menerangkan bahwa bayi 6 bulan merupakan usia yang rawan malnutrisi, sekaligus merupakan usia yang paling sering terjadi perlambatan kenaikan berat badan. Salah satu penyebabnya karena pemberian MPASI yang terlambat atau kurang memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Nah, Bunda, mengenalkan MPASI pada bayi sebaiknya di waktu yang tepat, sejak berusia 6 bulan. Jangan terlalu dini, jangan pula terlambat. Selain mengenalkan bayi dengan makanan padat, MPASI juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan bayi, yang kurang terpenuhi dari ASI.

“Makanan pendamping ASI sebaiknya mulai diberikan pada usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI, boleh sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih. Makanan pendamping ini harus diberikan tepat waktu, kandungan nutrisinya cukup dan seimbang, aman dan diberikan dengan cara yang benar,” tegas dr Sri. (yun/muf)