News Detail

Hal-hal yang bisa menyebabkan biduran pada anak

Biduran adalah reaksi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan, disertai rasa gatal. Biduran atau urtikaria dapat muncul di seluruh bagian tubuh dan terkadang muncul secara tiba-tiba.

Ukuran bentol berbeda-beda pada saat muncul. Umumnya biduran akan hilang dengan sendirinya atau diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun pada beberapa kasus, biduran tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu dan berulang. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai biduran kronis.

Biduran kerap dikenal sebagai kaligata/urtikaria, adalah kondisi kulit dengan ruam merah dan gatal. Selain mengakibatkan rasa gatal, biduran kadang juga disertai nyeri dan rasa seperti terbakar. Walaupun biduran umumnya bukanlah kondisi medis yang membahayakan dan bisa hilang sendirinya, biduran kerap menjadi pertanda reaksi alergi serius yang butuh perhatian khusus.

Biduran bisa terjadi pada salah satu bagian tubuh dengan ukuran yang kecil atau membesar dengan diameter lebih dari 10 cm. Bentuk biduran juga bisa terlihat seperti sekumpulan cincin yang saling berdempetan atau berkelompok.

GEJALA BIDURAN

Gejala biduran antara lain:

  • Kondisi kulit memerah yang menonjol dengan bagian tengah terlihat lebih pucat.
  • Bentuk mirip dengan gigitan nyamuk
  • Ukuran rata-rata biduran adalah 12 milimeter hingga beberapa centimeter.
  • Bentuk dan lokasi biduran bisa bervariasi dan sering berganti-ganti
  • Terasa gatal

PENYEBAB BIDURAN

Pada dasarnya, tubuh manusia akan bereaksi jika mengalami kontak dengan pemicu alergi tertentu. Sel pada tubuh akan mengeluarkan histamine dan enzim lain sehingga sel darah merah di bawah kulit turut berubah bentuk. Inilah yang kemudian muncul di atas permukaan kulit dalam bentuk biduran.

Setiap anak bisa mengalami masalah biduran karena faktor pemicu berbeda-beda. Bukan tidak mungkin, penyebab biduran juga tidak bisa diketahui secara spesifik pada beberapa kasus tertentu. Namun, umumnya berikut adalah penyebab biduran pada anak:

  • Alergi Makanan

Salah satu penyebab biduran paling umum adalah alergi makanan. Beberapa makanan pemicu reaksi alergi biduran misalnya susu, gandum, telur, ikan atau kerang-kerangan, buah beri, dan kacang-kacangan. Biduran yang disebabkan alergi makanan biasanya akan surut dalam waktu 6 jam. Hanya sekitar 3 persen penyebab biduran disebabkan makanan.

  • Alergi Obat-obatan

Salah satu contoh penyebab biduran adalah penicilin atau antiobiotik tertentu. Jika biduran terjadi karena anak mengonsumsi resep tertentu, konsultasikan kepada dokter setiap kali Bunda meminta resep obat.

  • Infeksi Virus

Salah satu penyebab biduran yang paling umum terjadi ketika anak mengalami gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, atau diare. Biduran yang terjadi karena efek infeksi virus biasanya berlangsung sekitar tiga hari dan akan berangsur hilang. Penyebab biduran ini tidak ada kaitan dengan reaksi alergi.

  • Faktor Udara

Biduran bisa terjadi karena paparan sinar matahari, perubahan suhu atau terpaan angin. Penyebab biduran dari faktor udara/cuaca ini lebih kepada sensitivitas kulit manusia, sehingga menimbulkan reaksi biduran dan bukan karena alergi terhadap udara luar.

  • Alergi Serangga

Anak dengan masalah alergi debu atau tungau rumah kerap akan mengalami biduran. Jika Bunda curiga dengan buah hati yang sering merasa gatal, alergi pernapasan, dan biduran walaupun tidak terekspos pada pemicu tertentu, bisa jadi kondisi rumah seperti perabot, tempat tidur, tirai dan sudut-sudut rumah yang menjadi penyebab biduran.

MENGATASI BIDURAN

Setelah Bunda tahu penyebab biduran, segera berkonsultasi dengan  dokter jika menemui kondisi biduran buah hati seperti:

  • Tidak menghilang dalam 48-72 jam
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti  kelelahan hebat dan terasa sangat parah
  • Disertai gejala lain

Biduran yang ditandai dengan reaksi anaphylactic (sesak nafas, tidak bisa menelan, pusing, lidah/tenggorokan membengkak) harus segera mendapatkan pertolongan darurat.

ARTIKEL TERKINI