News Detail

Ini cara memilih mainan anak sesuai dengan umurnya

Ayah..Bunda…

Memberikan mainan anak sesuai dengan usianya akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan sang buah hati. Karena mainan yang dipilih sesuai dengan usianya tak hanya berfungsi sebagai alat penghibur tapi juga bisa membantu meningkatkan kecerdasannya.

Bermain adalah belajar bagi bayi. Aktivitas bermain tak perlu dibatasi hanya dengan mainan-mainan serbajadi. Bayangkan bayi yang tinggal di pedalaman dan tak kenal mainan kota, dia toh tetap dapat belajar dengan mainan seadanya. Yang penting, Anda dan si kecil dapat menikmati interaksi yang menyenangkan. Jadi enggak ada tuh, keharusan memenuhi kamar si kecil dengan mainan. Cukup dengan satu boneka saja, misalnya, ditambah sedikit kreativitas, maka ada banyak permainan yang dapat dilakukan bersama bayi. Anda bisa menyulap boneka itu seolah-olah hidup dan berbicara dengannya, sehingga kosakata yang ditangkap si kecil pun bertambah.

Mainan murah sederhana sekalipun bisa jauh lebih bermanfaat dibanding mainan superlengkap yang mahal. Dengan syarat, orangtua bisa menyulap mainan murah itu menjadi sarana penstimulasi pancaindra buah hatinya.

Selain itu, lihat kegunaan yang didapat pada mainan. Apakah bisa merangsang indra peraba bayi, pendengaran, penglihatan, mengasah konsentrasi, mengajari bayi supaya cepat merangkak, duduk, dan lain-lain. Dengan demikian, orangtua bisa tahu apa yang harus dilakukan dengan mainan yang ada.

Lewat mainan, anak tak hanya terhibur, tapi juga bisa belajar dan berlatih banyak hal. Itu sebabnya, ayah danbunda  penting memilih mainan anak sesuai tahapan usianya. Sebab, mainan anak usia 3 bulan tentu tidak cocok bila diberikan saat anak sudah berusia 1 tahun, demikian pula sebaliknya. Berikut panduan memilih mainan anak agar sesuai dengan usianya.

Baca juga : Buat ibu yang bekerja ini tips agar tetap bisa jalani ASI ekslusif

Berikut beberapa pilihan mainan anak berdasarkan usia :

  • Bayi hingga usia 1 tahun.

Usia 0-3 bulan
Bayi usia 1 bulan biasanya lebih banyak tidur. Masuk bulan kedua, penglihatannya mulai berkembang. Inilah saat yang tepat untuk memberikan mainan dengan warna yang cerah sehingga bisa membantu merangsang perkembangan penglihatannya. Berikan juga mainan yang bisa mengeluarkan musik lembut seperti yang biasa digantung di atas box bayi. Selain bisa menenangkan dan merangsang perkembangan penglihatannya, mainan yang digantung diatas box bayi juga mampu memberikan stimulasi pada bayi agar berusaha untuk meraihnya.

Usia 3-6 bulan
Penglihatan bayi usia 3-6 bulan sudah semakin sempurna. Cobalah berikan cermin tepat di depannya, mereka pasti akan mengamati dengan penuh rasa ingin tahu. Usahakan untuk tidak meletakkan berbagai benda kecil dengan sembarangan. Sebab di usia 3-6 bulan, bayi mulai bereksplorasi dengan benda disekelilingnya dan mencoba untuk mengenalnya dengan dimasukkan ke dalam mulut.
Bayi di usia ini juga sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya serta memperhatikan tangan dan kakinya sendiri. Permainan cilukba dengan sang bunda kemungkinan besar bisa menjadi favoritnya.
Sementara jenis mainan yang tepat untuk bayi usia 3-6 bulan adalah teether atau mainan bayi yang bisa digigit sehingga dapat membantu merangsang pertumbuhan giginya. Berikan juga berbagai mainan yang memiliki tombol untuk di tekan sehingga bisa merangsang perkembangan motoriknya. Di usia 3-6 bulan, bayi juga mulai suka bermain dengan air. Karena itu, berbagai mainan yang bisa mengapung di air bisa dijadikan pilihan untuk menemani aktifitasnya saat mandi.

Usia 6-9 bulan
Di usia 6-9 bulan, bayi mulai bisa membaca situasi, terlibat interaksi dan senang bereksplorasi dengan mainannya. Berbagai mainan bergulir seperti bola dan mobil-mobilan bisa dijadikan pilihan untuk merangsang kemampuan motoriknya. Di usia ini bayi juga mulai bisa diajak bermain dan belajar berbagai jenis huruf dan warna dengan menggunakan kartu bergambar.

Usia 9-12 bulan
Masuk usia 9-12 bulan adalah saat yang tepat untuk memberikan berbagai mainan yang bisa merangsang kemampuan bayi untuk berbahasa dan mengekspresikan diri. Kembangkan imajinasinya dengan membuat pertunjukan boneka tangan. Kenalkan juga berbagai buku bergambar supaya dapat menumbuhkan minat bacanya. Puzzle dengan potongan-potongan yang besar juga boleh mulai diberikan. Agar semakin menarik keinginannya untuk belajar berjalan, tak ada salahnya memberikan mainan yang bisa didorong sehingga bisa menemani si kecil saat pertama kali melangkah.

Untuk bayi hingga usia satu tahun, mainan anak dimanfaatkan sebagai sarana eksplorasi mengaktifkan panca indera. Sebagian besar mainan anak pada usia tersebut antara lain memicu bayi untuk menggigit, meraih atau menjatuhkan benda.

Mainan yang direkomendasikan antara lain mainan yang mengeluarkan lagu yang biasa digantung di atas ranjang bayi, untuk menstimulasi mata dan merangsang perhatian anak. Namun hati-hati untuk tidak menaruhnya terlalu dekat ke wajah bayi. Kemudian, kaca yang terbuat dari plastik namun cukup jelas memantulkan gambaran wajah. Ini membantu sang bayi mengenali wajah dan tubuhnya sendiri.

Ada pula kaos kaki atau gelang yang berwarna-warni dengan beragam mainan yang menempel yang dapat menimbulkan bunyi untuk merangsang indera pendengaran. Selain itu, kini juga tersedia buku yang terbuat dari kain dengan berbagai gambar yang dapat merangsang penglihatan anak.

Saat anak mulai bisa duduk, mainan ring stack (cincin susun) yang dapat disusun ulang berkali-kali dapat diberikan. Permainan ini dapat melatih motorik halus sekaligus belajar mengenai warna dan nomor yang tertera pada lingkaran tersebut.

  • Usia 1-3 tahun.

Pada masa ini, anak belajar mengenali lingkungan sekitar dengan berusaha mengetahui cara kerja berbagai hal yang ditemuinya. Hal ini sangat sangat baik untuk merangsang daya pikir, motorik halus, dan memperkuat otot.

Mainan anak yang cocok digunakan pada usia 1-3 tahun antara lain blok dengan beragam bentuk yang dapat disusun. Permainan ini merangsang koordinasi mata, sekaligus mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan. Begitu juga permainan puzzle sederhana dimana anak berusia 3 tahun mulai tertarik untuk menyusunnya dan mainan berbentuk tertentu yang dapat di masukan ke lubang yang sama bentuknya (shape sorter).

Orang tua dapat mulai melatih menggunakan krayon di buku gambar. Pilih krayon dengan bahan dasar yang aman. Permainan profesi dimana anak dapat meniru melakukan pekerjaan sesuai profesi tertentu, contohnya berpura-pura sebagai koki, dokter, guru, dan lainnya, membantu perkembangan kepintaran emosi, melatih keahlian bersosialisasi, dan mengajar mereka untuk merawat barang yang mereka suka.

Orang tua juga dapat menyediakan mainan yang lebih menantang saat anak berusia 3 tahun, seperti sepeda roda tiga. Atau push toys dimana mainan merangsang sang anak berkonsentrasi untuk berjalan sambil bertumpu pada mainan tersebut. Sedangkan bola dapat dimanfaatkan untuk melatih ketangkasan dan koordinasi mata.

  • Usia 3-5 tahun.

Pada saat anak berusia 3-5 tahun, mereka mulai menggunakan mainan dan benda-benda di sekitarnya untuk tujuan tertentu.Usia ini juga didominasi oleh imajinasi yang tinggi. Bahkan, bahan sederhana seperti selimut yang diletakkan di atas meja dapat menjadi rumah rahasia. Atau mainan lilin atau tanah liat untuk dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi makanan favorit.

Itu sebabnya mainan yang tepat untuk anak usia 3-5 tahun antara lain bermain peran tertentu, misalnya dengan menggunakan kostum pemadam kebakaran bagi anak laki-laki atau menjadi ibu yang memasak bagi anak perempuan.

Mainan lain yang sudah dikenal anak sebelumnya seperti menggambar, membangun dengan menggunakan blok, dan puzzle masih bisa diberikan. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan anak.

  • Di atas usia 5 tahun.

Sebagian anak pada usia lima tahun sudah beraktivitas di sekolah. Pemahaman mereka pada lingkungan sekitar sudah jauh lebih baik. Saat ini anak dalam tahap menguasai keterampilan yang baru seperti menangkap bola ataupun mengepang rambut orang lain.

Anak-anak juga mulai menunjukkan minat mereka, mulai dari kegemaran membaca atau keinginan untuk belajar alat musik. Kemampuan motorik seperti mengendarai sepeda roda dua akan semakin terasah.

Beberapa mainan lain yang lebih menantang anak aktif bergerak, misalnya mengajak bersepeda di alam bebas. Permainan ini mendorong koordinasi tubuh, perkembangan motorik, dan keterampilan menyelesaikan masalah. Bermain kartu atau papan mainan (ular tangga, monopoli) sangat baik untuk anak belajar tentang aturan, strategi, menanti giliran, bekerjasama dan bersikap sportif.

Saat ini anak sudah mulai dapat belajar alat musik seperti biola, piano, gitar atau alat musik lainnya. Selain itu, satu set alat-alat sains atau teropong dapat dimanfaatkan jika anak berminat pada bidang tersebut yang akan melatih kemampuan menyelesaikan masalah, menciptakan penemuan, serta mengasah imajinasi.

Selain memerhatikan jenis mainan anak yang tepat berdasarkan usia, penting untuk memerhatikan bahan, warna, ataupun wujud mainan yang mungkin berisiko melukai anak. Jangan salah pilih, jadikan mainan anak sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan edukatif.