News Detail

Ini dia daftar makanan yang membuat perut bayi kembung

Ayah bunda ..

Mungkin sering ya, bayi kita mengalami kentut berkali-kali atau bahkan rewel. Itu merupakan sebagian gejala bayi kita mengalami kembung. Pada sebagian besar kasus, bayi kembung dianggap normal dan tidak berbahaya. Meski begitu, pada sebagian kasus lain, kondisi ini dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius. Orang tua diharapkan dapat mengenali gejala-gejala yang membedakan tingkat keparahannya.

Secara umum, bayi berusia 0-3 bulan serta 6-12 bulan lebih sering mengalami perut kembung. Usia 0-3 bayi mengalami kembung karena merupakan saatnya usus mematangkan diri. Pada usia 6 bulan ke atas, saat pertama diberi MPASI, perut kembung dapat kerap terjadi karena mengonsumsi jenis-jenis makanan padat untuk pertama kalinya. Bahkan bayi disebut dapat kentut hingga 13-21 kali sehari.

Selain perut menjadi keras, gejala bayi kembung biasanya berupa bayi sering bersendawa, kentut, dan rewel. Jika dirasa mengkhawatirkan, penanganan pertama dapat dilakukan dengan mencari tahu penyebab terjadinya bayi kembung, salah satunya adalah fakor makanan.

Bunda kita  harus pintar-pintar memilih makanan untuk si kecil. Sebab, salah memberikan makanan justru akan dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau bahkan alergi. Salah satu kondisi yang sering dialami oleh bayi ketika mulai belajar mengonsumsi makanan padat adalah perut kembung. Ya, jangan remehkan perut bayi kembung, sebab hal ini bisa membuat nafsu makannya menurun kemudian menyebabkan berat badannya turun. Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Ingin tahu makanan dan minuman apa saja yang menyebabkan perut kembung pada bayi? Simak penjelasan berikut ini ya.

Makanan dan minuman yang sering bikin perut bayi kembung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang memang cenderung mengandung banyak gas ketimbang yang lainnya. Hal ini bisa saja membuat perut bayi kembung sehingga ia tidak nyaman dan terus rewel sepanjang hari. Lantas, makanan dan minuman apa saja yang bisa bikin perut bayi kembung?

  • kacang
  • brokoli
  • kol
  • kembang kol
  • Jagung
  • Kentang
  • Oatmeal
  • Aprikot
  • Persik
  • Pir
  • Plum
  • Laktosa, yang biasanya terkandung dalam susu sapi

Semua daftar makanan tersebut dapat menyebabkan perut bayi kembung. Tetapi, ini tidak pasti berlaku pada semua bayi. Setiap bayi memiliki perkembangan, pertumbuhan, serta kondisi fisik yang berbeda.

Contohnya, jika ada bayi yang mengalami perut kembung setelah makan brokoli, tetapi bayi Anda tidak mengalaminya. Hal ini menandakan bahwa sistem pencernaan bayi berbeda-beda. Jangan takut untuk mulai memberikan si kecil makanan pendamping ASI. Bila ragu, Anda bisa konsultasikan hal ini pada dokter spesialis anak.

Baca juga ya: Bayi tidak bisa BAB pasca MPASI pertama ? jangan panik ya bunda.

Penyebab kembung bukan hanya dari makanan mengandung gas saja

Jika perut kembung yang dialami si kecil benar-benar akibat makanan yang mengandung gas, maka Anda dapat mengetahuinya dalam dua jam setelah bayi menelan makanan tersebut. Biasanya, bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari bagi makanan tersebut untuk keluar dari pencernaan bayi Anda.

Faktanya, perut bayi kembung tak melulu disebabkan oleh makan yang mengandung gas. Kondisi ini bisa saja akibat si kecil mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti alergi makanan dan susu, intoleransi laktosa, atau bahkan masalah pencernaan lainnya.

Biasanya, bila perut bayi kembung akibat kondisi kesehatan tertentu, ada gejala lain yang ikut muncul. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan Tes Alergi ini agar tahu apakah perut kembung yang di alami si kecil adalah salah satu gejala alergi atau tidak. Jika Anda menemukan gejala lain yang muncul pada si kecil, sebaiknya segera periksakan kondisinya ke dokter spesialis anak.

Yang harus lakukan ketika perut si kecil kembung!

  • Gunakan botol susu yang mencegah timbulnya gelembung udara yang memicu bayi kembung.
  • Anda dapat mencoba menegakkan tubuh bayi saat menyusu atau makan sehingga mencegah kembung. Selalu posisikan kepala lebih tinggi dari perut saat harus makan sambil berbaring.
  • Untuk mencegah angin masuk saat makan, sebisa mungkin berikan makanan dalam suasana tenang.
  • Memijat perut bayi atau mengusap punggungnya secara perlahan dan hati-hati dapat membantu angin keluar dari perut bayi.
  • Buat dia bersendawa secara teratur seperti saat mengganti posisi menyusui.

Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi segera periksakan bayi kepada dokter jika kembung tidak kunjung reda hingga setidaknya tiga hari dan disertai gejala-gejala lain, seperti demam, diare, dan muntah. Intoleransi laktosa ataupun alergi makanan adalah dua kondisi serius yang mungkin diawali dengan gejala bayi kembung. Terkadang bayi kembung juga dapat menjadi salah satu gejala kolik, yaitu saat bayi menangis tanpa henti hingga tiga jam selama lebih dari tiga kali sepekan dalam tiga minggu.