News Detail

Ini masalah yang sering dihadapi Bunda saat memberikan MPASI pada bayi

Perkembangan dan pertumbuhan bayi tidak hanya bergantung pada pemberian ASI eksklusif. Ya, benar ASI memang penting bagi 6 bulan pertama usia bayi. Namun setelahnya, bayi harus diberikan makanan pendamping ASI atau yang biasa disebut MPASI.

MPASI menjadi sangat penting dan wajib diberikan karena kebutuhan zat besi bayi yang begitu tinggi menginjak usia 6 bulan.

ASI hanya mencukupi sekitar 70% dari kebutuhan gizi bayi, semakin bertambah usia bayi maka semakin berkurang persentase kemampuan ASI untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil sampai usia 1 tahun.

Hal ini diungkapkan oleh seorang konselor laktasi bernama dr. Sarah Audia Hasna pada bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, Selasa (15/5 lalu).

“Memberikan MPASI juga harus memerhatikan jumlah, komposisi, dan waktu yang tepat. Jika tidak, maka dapat berdampak pada anak mengalami malnutrisi yang berakibat pada gangguan pertumbuhan dan perkembangannya seperti gizi kurang, gizi buruk, dan stunting,” ujar dr. Sarah.

MPASI sebaiknya diberikan ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Selain itu, tanda lainnya ia sudah siap diberikan MPASI adalah bisa duduk sendiri, mulai menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, membuka mulut ketika disodorkan makanan, menjadi lebih lapar seperti tidak kenyang padahal sudah sering menyusu.

Moms perlu memerhatikan pula bahwa asupan nutrisi dan gizi yang diberikan pada MPASI harus seimbang. Berikan juga anak berbagai macam jenis, tekstur, dan rasa makanan agar ia dapat beradaptasi dengan variasi makanan. MPASI juga berguna untuk merangsang pertumbuhan gigi dan kemampuan motoriknya.

Namun, pemberian MPASI tak luput dari beberapa masalah yang mungkin dihadapi oleh orang tua dan anak. Ini masalah dalam pemberian MPASI yang biasa terjadi, yaitu sebagai berikut:

1. Bayi Melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM)

Gerakan Tutup Mulut atau GTM adalah kondisi ketika bayi tidak mau dan menolak saat diberi makanan. Hal ini bisa terjadi karena berbagai penyebab, di antaranya waktu pemberian makan yang tidak tepat, bayi baru selesai saja menyusu, atau bayi sedang dalam kondisi sakit.

Moms harus mengetahui penyebabnya terlebih dulu baru bisa mencari solusi yang tepat. Perkenalkan variasi makanan yang lebih banyak lagi. Terkadang, beberapa makanan butuh ditawarkan 10-15 kali sampai mampu diterima anak dengan baik.

Selain itu, Moms bisa memperkenalkan makanan baru bersamaan dengan makanan kesukaan anak dengan citarasa yang beragam. Jika bayi sudah berusia di atas 9 bulan, coba tawarkan finger food, namun tentunya harus tetap berada di bawah pengawasan.

2. Bayi Rewel saat Diberikan Makanan

Menghadapi bayi yang rewel adalah jangan menyerah dan tetap konsisten, ya, Moms. Membujuk anak memang membutuhkan proses namun jangan memaksanya. Hentikan bermain gadgetketika anak sedang makan. Biasakan untuk mempunyai waktu makan yang rutin karena hal ini juga melatih rasa disiplin anak.

3. Bayi Ingin Menyendok Sendiri

Wajar jika bayi ingin mencoba makan dengan menyendok sendiri. Nah, Moms harus tetap mengawasi dan tetap memberikan responsive feeding. Berikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, bukan hanya sekadar membuat ia merasa kenyang.

4. Bayi Tidak Mau Duduk di Kursi Makan

Biasanya ada kursi makan khusus bayi atau high chair yang berguna agar bayi terbiasa makan di tempatnya. Namun, jika bayi tidak mau duduk di kursi tersebut, Moms bisa memangkunya, duduk bersila di bawah, atau duduk di stroller.

5. Bayi Sulit Buang Air Besar

Bayi yang mengalami sembelit harus diberikan air putih dan buah-buahan seperti buah naga dan pir. Hindari memberikan pepaya karena bisa membuat sembelit pada beberapa bayi. Artikel lengkapnya tentang permasalahan susah BAB Klik Disini

Nah, itulah masalah dalam pemberian MPASI yang bisa Moms antisipasi. Namun, jika mengerti masalahnya, ternyata tidak begitu sulit kan untuk memberikan MPASI? Pastikan gizi anak terpenuhi dan tujuan MPASI tercapai dengan baik, ya!

Sumber:parenting.orami.co.id

Baca juga yang ini: