News Detail

Ini tanda bayi mendapatkan makanan terlalu banyak

Bayi mungkin tidak dapat mengetahui apakah mereka sudah kenyang saat disusui. Tapi ada cara untuk mengetahui apakah bayi Mama sudah mendapatkan ASI yang cukup.

Simak ulasan berikut.

1. Apa yang menyebabkan bayi makan berlebihan?

  • Memberi ASI atau susu formula dengan botol

Menyusui dengan botol memiliki resiko overfeeding karena botol memungkinkan ASI atau susu formula mengalir bebas, sehingga bayi terus mendapatkan tetesan susu yang konstan meskipun sudah penuh.

  • Menggunakan botol susu berukuran besar

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang diberi makan dari botol susu berukuran besar cenderung makan berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan bayi menjadi kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Membujuk bayi untuk menyusu

Bayi memberi Mama isyarat saat mereka kenyang. Beberapa tanda termasuk tidak mengisap puting  atau berpaling dari puting atau botol susu. Beberapa orang tua mungkin membujuk bayi untuk menyusu dengan memasukkan puting ke dalam mulut bayi berulang kali, secara berlebihan memberi bayi makan.

  • Menggunakan botol sebagai dot

Menggunakan botol sebagai sarana untuk menenangkan bayi setiap kali bayi menangis sehingga tanpa disadari memberi lebih banyak makanan daripada yang dibutuhkan.

  • Terlalu dini memperkenalkan MPASI

Memulai makanan padat lebih cepat dapat membuat bayi makan lebih dari kebutuhan tubuh mereka.

2. Tanda-tanda overfeeding

Penting bagi Mama untuk mengetahui kalau sudah memberi makan terlalu banyak kepada bayi. Apa saja tanda-tandanya kalau bayi terlalu banyak makan?

  • Meludah berulang-ulang,
  • jumlah buang air besar lebih 8 kali sehari,
  • kembung dan gas,
  • sering mengalami kolik,
  • permintaan susu lebih dari 1.064 ml dalam sehari.

3. Efek dari overfeeding

Mengabaikan atau tidak mengetahui kalau bayi Mama terlalu banyak makan dapat membahayakan bayi.

  • Obesitas

Karena bayi selalu mendapatkan makanan berlebih, mereka juga mendapatkan kelebihan kalori yang menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak normal.

  • Memperparah GERD atau refluks asam lambung

Jika bayi menderita refluks asam lambung atau GERD, makan terlalu banyak dapat memperburuk kondisinya. GERD terjadi ketika ada makanan atau susu yang meluap dan kembali ke kerongkongan. Ada otot yang terbuka pada perut yang biasanya tertutup untuk menjaga susu atau makanan sebelum dikosongkan ke usus kecil, ketika otot ini membuka dan menutup pada waktu yang salah, konten asam lambung menyebabkan iritasi karena mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sakit.

  • Muntah

Bayi yang makan berlebihan bisa muntah setelah menyusu. Muntah kronis dapat meninggalkan sedikit makanan bagi lambung untuk dicerna, sehingga menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

4. Bagaimana mencegahnya?

Sebagai orangtua, Mama pasti tidak ingin bayi Mama kelaparan. Ini cara mencegah terjadinya overfeeding:

  • Menyusui

Dilansir dari Nutrition Education Website, menyusui memperkecil kemungkinan Mama memberi ASI terlalu banyak kepada bayi. Bayi mendapatkan pasokan ASI jika mereka mengisap puting sehingga mereka tidak mendapatkan aliran ASI yang konstan seperti ketika mereka menggunakan botol susu.

  • Paced bottle feeding

Metode ini untuk mengontrol aliran susu dari botol. Ini mengharuskan bayi untuk menghisap botol susu seperti pada puting payudara. Metode ini mencoba meniru breastfeeding dan merupakan cara yang sangat baik untuk mencegah pemberian ASI yang berlebihan pada bayi.

  • Membuat jadwal menyusui

Pertahankan jadwal menyusui, dan pada akhirnya bayi akan menyesuaikannya. Bayi kemudian menjadi lapar pada waktu yang sama setiap hari dan harus diberi makan tepat waktu untuk menghindari menyusui lebih dari biasanya dalam interval yang lama.

  • Perhatikan isyarat lapar

Tanda-tanda lapar seperti mengisap jari atau menggerakkan bibir mereka ketika disentuh dengan lembut. Beri bayi ASI hanya ketika mereka lapar.

  • Jangan memaksa bayi untuk makan

Jika bayi kenyang, maka jangan memaksa mereka untuk memberi makan lebih banyak atau akan berakhir dengan overfeeding.

Sumber: Popmama.com