News Detail

Jangan biarkan anak cadel, ini ada cara mengatasinya

Kebanyakan anak-anak sudah bisa berbicara dengan jelas saat berusia 7 tahun. Namun, jika di usia tersebut anakmu masih cadel, segera berikan pertolongan. Pasalnya, cadel yang tidak ditangani dengan benar bisa berlanjut hingga Si Kecil dewasa nanti.

Biasanya anak-anak yang cadel tidak bisa mengucapkan kata-kata yang memakai beberapa jenis huruf tertentu seperti d, n, r, s, t, atau z. Jika salah satu huruf tersebut terdapat pada namanya, hal itu mungkin dapat menyusahkannya saat mengatakannya kepada orang lain. Hal ini akan memengaruhi kepercayaan dirinya dan berdampak pada kehidupan sosialnya secara menyeluruh. 

Dilansir dari laman Babycenter dan Kids in the house berikut beberapa langkah yang bisa Mama lakukan.

1. Hentikan kebiasaan menghisap jempolnya

1. Hentikan kebiasaan menghisap jempolnya

Kebiasaan mengisap jempol dapat menjadi salah satu penyebab anak menjadi cadel Ma.

Karena itu, secara perlahan hentikan kebiasaan satu ini pada anak.

Memang ini bukan hal yang mudah, tapi Mama harus menghentikan kebiasaan ini agar cadel pada anak dapat segera teratasi.

Adapun cara bisa Mama lakukan untuk membuat si Kecil lupa dengan kebiasaan menghisap jempolnya adalah dengan mengalihkan perhatian si Kecil.

Saat si Kecil sedang menonton tv misalnya, Mama bisa memberikannya mainan untuk dipegangnya agar ia tidak melakukan kebiasaan menghisap jempolnya.

Jadi, alihkan perhatiannya sebisa mungkin agar anak terbiasa!

2. Kurangi kebiasaan memberi botol susu

2. Kurangi kebiasaan memberi botol susu

Meski usianya sudah bukan lagi balita, banyak anak yang masih menggunakan dot atau botol saat minum susu.

Mama yang anaknya memiliki kebiasaan ini harus segera menghentikannya.

Sebab penggunaan dot dan botol susu pada anak terutama saat anak mulai belajar bicara juga bisa menjadi salah satu penyebab anak menjadi cadel.

Solusi yang harus Mama ambil adalah saat anak sudah mulai memasuki usia 2 tahun, sedikit demi sedikit hindari memberikan susu menggunakan botol.

Ajari anak untuk minum menggunakan gelas atau cangkir plastik yang memiliki tutup berlekuk agar anak dapat berhenti minum susu menggunakan botol.

Selain itu, dapat pula memanfaatkan sedotan agar anak menjadi lebih tertarik.

Sedotan juga bisa menjadi latihan yang baik yang meningkatkan kekuatan motoriknya.

3. Rangsang perkembangan motoriknya

Anak cadel juga bisa diatasi dengan cara mengajaknya bermain pada permainan yang mampu meningkatkan motorik mulutnya Ma.

Permainan meniup gelembung sabun dapat Mama terapkan ke anak karena permainan ini bermanfaat dalam melatih suara yang kuat, juga dapat memperkuat bibir dan otot-otot pipi.

Atau bisa juga Mama mengajaknya berlatih untuk merapatkan gigi atas dan bawah dengan cara mengajarinya untuk mengucapkan huruf ‘s’ dengan lantang di depan cermin selama beberapa menit.

Latihan ini dapat membantu si Kecil mengingat untuk menjaga lidahnya di belakang giginya. 

4. Mengoreksi setiap ucapan si Kecil

Ada banyak orang yang menganggap jika cadel dianggap sebagai hal yang lucu pada usia anak belajar bicara. Nah, Mama tidak bisa membiarkannya begitu saja.

Meski terdengar lucu, membiarkan anak berbicara seperti itu dapat menyebabkan anak menjadi cadel hingga dewasa.

Karena itu, jika Mama menemukan adanya kesalahan ucapan yang dilakukan si Kecil, segeralah untuk mengoreksi secara perlahan.

Memang bukan hal yang mudah, namun Mama tetap harus sabar dalam melakukannya.

5. Kenali penyebabnya!

Faktor lingkungan termasuk orang terdekat rupanya dapat memengaruhi anak menjadi cadel atau tidak Ma.

Anak bisa cadel karena kesengajaan yang dilakukan oleh orang terdekatnya dengan cara mengajarinya ‘ bahasa cadel’.

Meski ini merupakan untuk lucu-lucuan saja, ternyata cara ini tidak dibenarkan karena memiliki efek buruk yang mungkin dapat mengakibatkan si Kecil menjadi cadel dan sulit mengucapkan huruf-huruf tertentu.

Jadi, ajari anak dengan kata-kata yang jelas ya Ma agar cadel pada anak dapat terhindarkan.

Sumber : Popmama.com