News Detail

Makan sambil duduk bisa membuat pencernaan si kecil menjadi sehat

Bun, terkadang anak-anak suka berlarian ketika sedang makan. Bahkan, bunda mungkin cukup sering melihat anak kecil makan sambil bermain di sekitar kompleks, bukan? Apakah si Kecil juga demikian? Selama ini, membiarkan si Kecil demikian mungkin menjadi cara Mum agar ia makan lebih lahap dan mendapat asupan nutrisi yang optimal. Namun, berbagai artikel info kesehatan anak menunjukkan, jauh lebih baik bila bunda membiasakannya makan sambil duduk.

Belajar makan dengan tenang sebenarnya penting untuk si Kecil. Ia perlu dibiasakan duduk tenang di meja makan sambil menghabiskan makanannya sejak dini. Kebiasaan ini punya banyak sekali manfaat, Mum. Tak sekedar mengajari si Kecil seputar pentingnya adab dan  sopan santun, kebiasaan makan sambil duduk tenang juga baik untuk kesehatan pencernaan si Kecil. Berikut informasi selengkapnya, Mum.

Baca juga : Mitos atau fakta ya anak bau tangan

Manfaat Makan Sambil Duduk

Berikut beberapa manfaat membiasakan si Kecil tidak berlari-lari, berjalan, atau bahkan tiduran ketika makan:

1. Mencegah Makanan Keluar Kembali atau Refluks

Bila si Kecil terus bergerak saat sedang makan, besar kemungkinan ia akan mengalami refluks. Refluks ialah kondisi saat makanan berbalik dari lambung menuju ke kerongkongan, sehingga berisiko memicu munculnya rasa nyeri di dada. Tak berhenti sampai di situ, si Kecil bahkan bisa muntah karena refluks ini. Ini sebabnya, si Kecil perlu belajar makan sambil duduk, Mum.

2. Mengurangi Risiko Tersedak

Jika si Kecil makan sambil berlari, bernyanyi, atau bercanda, risiko tersedak akan lebih besar, Mum. Makanan bisa saja salah memasuki jalur saat hendak melewati kerongkongan. Alih-alih masuk ke kerongkongan, makanan berisiko masuk ke batang tenggorok saat si Kecil sedang menelan. Akibatnya, si Kecil pun terbatuk-batuk hingga muntah.

3. Baik untuk Kesehatan Sistem Pencernaan Anak

Makan sambil duduk dapat mengurangi risiko si Kecil mengalami orthostatic hipotensionOrthostatic hipotension ialah kondisi tekanan darah menurun ketika perut sedang mencerna makanan. Bila makanan yang dikonsumsi porsinya besar, aliran darah akan menuju ke organ pencernaan. Akibatnya, kepala si Kecil pun jadi pusing, Mum.

Bagaimana Cara Membiasakan si Kecil Duduk Tenang Saat Makan?

Setelah mengetahui beragam manfaat yang bisa diperoleh si Kecil dari kebiasaan duduk tenang selama makan, Mum tentu ingin mulai membiasakan hal ini untuknya. Akan tetapi, mungkin Mum bertanya-tanya, “Bagaimana caranya?”. Selain itu, apakah mungkin nafsu makan si Kecil tetap besar bila ia hanya boleh duduk tenang selama makan? Info kesehatan anak 1 tahun berikut akan memberi Mum jawabannya.

 

Tips Membiasakan Anak Duduk Tenang Selama Makan

1. Membuat Jadwal Makan

Membuat jadwal dimaksudkan untuk mengatur jam makan si Kecil, Mum. Mum bisa memberi jeda waktu sekitar 2,5-3 jam dari waktu makan yang satu ke yang lainnya. Jadi, si Kecil tahu bahwa ada saat tertentu setiap harinya ketika ia perlu duduk dengan tenang untuk mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan.

2. Mempersiapkan Meja dan Kursi Makan

Meja makan yang sudah tertata rapi dengan aneka sajian menggugah selera juga dapat membantu menjaga fokus si Kecil. Ia pun tidak perlu menunggu Mum lebih lama untuk menyiapkan makanan. Jadi, perhatian si Kecil pun tidak akan teralihkan sehingga ia terpicu melakukan aktivitas bermain lainnya. Mum juga bisa menyiapkan kursi makan khusus balita dengan warna menarik agar ia semakin bersemangat ketika waktu makan tiba.

3. Memastikan Tempat Duduknya Nyaman

Mum bisa mengatur ketinggian kursi makan si Kecil sehingga tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah agar ia dapat duduk dengan nyaman. Akan lebih baik pula bila si Kecil dapat menaruh kakinya agar ia tidak tergoda untuk terus bergerak-gerak atau menggoyangkan kaki, yang dapat mengalihkan fokusnya saat makan.

4. Menggunakan Isyarat saat Makan

Saat pertama-tama dilatih makan sambil duduk dengan tenang, si Kecil mungkin ingin cepat-cepat menyelesaikan makannya agar bisa segera meninggalkan meja, karena ia belum terbiasa makan sambil duduk. Namun, Mum bisa menyiasati hal ini dengan memberi tahu si Kecil tata cara makan yang baru. Misalnya, membaca doa bersama sebelum dan sesudah makan.

Jadi, secara tidak langsung, anak akan paham bahwa ia sudah harus duduk dengan tenang begitu Mum mulai mengajaknya berdoa, dan ia pun tahu bahwa ia belum bisa meninggalkan meja makan sebelum berdoa bersama Mum setelah rutinitas makan selesai.

5. Tetap Sabar dan Konsisten

Awalnya, Mum mungkin akan cukup kesulitan membiasakan si Kecil dengan tata cara makan yang baru. Apalagi, bila hal ini baru Mum mulai ketika si Kecil sudah terbiasa bermain atau bergerak bebas saat waktu makan. Saking sulitnya, bisa jadi, sebelum si Kecil terbiasa, Mum sudah merasa akan menyerah. Ayo lawan perasaan ini Mum. Coba Mum ingat-ingat beragam manfaat baik dari makan dengan duduk tenang untuk kesehatan si Kecil. Dengan begitu, Mum akan lebih konsisten.

 

Hal yang Perlu Dihindari Saat Membiasakan si Kecil Makan Sambil Duduk

Dalam melatih si Kecil terbiasa makan sambil duduk dengan tenang, beberapa orang tua secara tak sadar melakukan kekeliruan. Oleh karena itu, artikel info kesehatan balita ini akan menjelaskannya, agar Mum tidak melakukan kekeliruan serupa:

1. Melakukan Aktivitas Lain di Meja Makan

Aktivitas lain yang dimaksud dalam poin ini adalah melakukan kegiatan yang turut melibatkan benda-benda selain perlengkapan makan, Mum. Contohnya, mengizinkan si Kecil makan sambil menonton televisi atau bahkan bermain dengan mainannya di meja makan. Kegiatan seperti ini dapat memecah fokus si Kecil untuk makan dengan tenang.

2. Meladeninya Saat Mulai Rewel

Jika si Kecil mulai rewel dan tidak mau duduk tenang, hindari memarahinya, Mum. Sebagai solusinya, coba ajak ia ke ruangan lain agar tidak mengganggu anggota keluarga lainnya yang sedang makan. Beri tahu si Kecil bahwa ia bisa kembali ke meja makan jika sudah tenang. Dari sini, si Kecil akan belajar menjaga sopan santunnya ketika makan.

Demikian info kesehatan anak kali ini, Mum. Semoga cukup membantu untuk membentuk kebiasaan makan dengan tenang pada diri si Kecil, ya. Ingat untuk terus bersabar selama si Kecil masih dalam proses adaptasi, sebab ia tentu perlu waktu untuk mengubah kebiasaannya.