News Detail

Makanan dan Gizi untuk Anak Usia 2 Tahun

Saat anak berusia dua tahun, anak Anda harus makan makanan sehat tiga kali sehari, ditambah satu atau dua kali makanan ringan. Dia sudah bisa makan makanan yang sama seperti anggota keluarga lain makan. Dengan kemampuan berbicara dan keterampilan sosial yang lebih baik, dia akan menjadi turut aktif saat makan bersama dengan orang lain. Jangan terpaku pada jumlah makanan yang harus dimakan oleh anak dan jangan pernah memaksanya. Lakukanlah kebiasaan makan yang sehat dan sediakan pilihan makanan sehat bagi semua anggota keluarga. Makan bersama keluarga merupakan awal dari kebiasaan makan yang baik.

Untungnya, anak Anda menjadi relatif lebih terampil untuk saat ini. Saat usia dua tahun, ia bisa menggunakan sendok dan minum dari cangkir hanya dengan satu tangan dan menyuapkan diri sendiri dengan berbagai macam makanan menggunakan jari tangannya. Walaupun ia bisa makan dengan benar, dia masih perlu belajar untuk mengunyah dan menelan secara efisien, dan dapat tersedak makanan ketika dia terburu-buru untuk melanjutkan bermain. Untuk menghindari risiko tersedak, makanan berikut yang bisa menyumbat tenggorokan perlu dihindari

  • Sosis (kecuali diiris memanjang, kemudian dipotong kecil)
  • Kacang utuh (terutama kacang polong)
  • Lolipop, permen keras atau permen karet
  • Anggur utuh
  • Sesendok selai kacang
  • Wortel mentah utuh
  • Ceri utuh dengan biji
  • Seledri mentah
  • Marshmallow

Idealnya, pastikan anak Anda makan empat kelompok makanan dasar berikut setiap hari:

  1. Daging, ikan, unggas, telur
  2. Susu, keju, dan produk susu lainnya
  3. Buah-buahan dan sayur-sayuran
  4. Sereal gandum, kentang, beras, produk tepung

Jangan khawatir jika ia tidak selalu memenuhi kebutuhan makanan idealnya. Banyak anak-anak prasekolah menolak makan makanan tertentu, atau bersikeras untuk waktu yang lama  hanya makan satu atau dua makanan favoritnya. Semakin Anda memaksa anak Anda untuk makan, ia akan semakin menentang Anda. Seperti yang kita kemukakan sebelumnya, jika Anda rutin menawarkan si kecil berbagai macam makanan dan membiarkan ia memilih makanannya sendiri, lama kelamaan ia akan mengonsumsi makanan yang seimbang. Dia mungkin lebih tertarik pada makanan sehat jika ia bisa makan dengan tangan sendiri. Jika memungkinkan, tawarkan dia makanan yang bisa dimakan dengan tangan (misalnya, buah-buahan segar atau sayuran mentah atau dimasak selain wortel dan seledri), bukan makanan yang lembut yang memerlukan garpu atau sendok untuk dimakan.

Suplemen vitamin (kecuali vitamin D atau zat besi) jarang diperlukan untuk anak-anak prasekolah yang makan makanan yang bervariasi. Namun, zat besi tambahan mungkin diperlukan jika anak Anda makan sedikit daging, sereal, atau sayuran yang kaya akan zat besi. Namun ingat, minum susu dalam jumlah besar (lebih dari 960 ml per hari) dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Anak Anda harus minum 16 ons (480 ml) susu rendah lemak atau susu tanpa lemak setiap hari. Porsi susu ini akan memberikan sebagian besar kalsium yang ia butuhkan untuk pertumbuhan tulang dan tidak mengganggu nafsu makannya untuk makanan lain, terutama makanan yang mengandung zat besi.

Suplemen vitamin D 400 IU per hari penting bagi anak-anak yang terkena sinar matahari tidak teratur, mengonsumsi susu dengan kandungan vitamin D kurang dari 32 ons per hari dari, atau tidak menggunakan suplemen multivitamin harian yang mengandung setidaknya 400 IU vitamin D. Jumlah vitamin D ini dapat mencegah rakhitis.

Seputar Makanan dan Gizi untuk Anak Usia 2 Tahun