News Detail

Mau mulai melakukan senam bayi, ini hal yang perlu diperhatikan

Sejak usia 3 bulan, otot-otot tubuh bayi sudah semakin kuat. Saat itulah Si Kecil sudah bisa diajak melakukan gerekan senam otak. Senam otak bisa membantu meningkatkan daya kerja otak dan membuat otak bekerja dengan optimal.

Jika tak sempat pergi ke tempat yang menyediakan jasa senam otak bayi, Anda juga bisa mencoba gerakan ini di rumah bersama Si Kecil loh.

Senam bayi sangat bermanfaat untuk dilakukan. Senam bayi bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan motorik bayi juga mempererat ikatan batin antara orang tua dan bayi. Selain itu, dengan melakukan senam bayi, ibu bisa mendeteksi secara dini jika terjadi kelainan motorik pada anak.

1. Syarat Sebelum Melakukan Senam Bayi

Namun, sebelum melakukan senam bayi, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Bayi telah berumur 3 bulan atau lebih. Sebelum mencapai usia 3 bulan, gerakan bayi merupakan gerak reflek. Selain itu, sebelum mencapai usia 3 bulan, otot kepala dan leher bayi masih belum begitu kuat.
  • Bayi dalam keadaan sehat.
  • Bayi dalam keadaan kenyang. Namun, senam bayi baru boleh dilakukan 30 menit setelah bayi selesai makan.
  • Jangan memaksa bayi untuk melaksanakan posisi dan gerakan tertentu.
  • Lakukan senam bayi dengan menggunakan pakaian biasa. Tidak perlu mengenakan pakaian senam secara khusus. Lebih baik lagi jika bayi tidak mengenakan baju. Namun, aturlah sirkulasi udara supaya bayi tidak merasa kepanasan atau kedinginan saat melakukan senam bayi.

2. Manfaat Senam Bayi

Selain meningkatkan perkembangan motorik, senam bayi juga bermanfaat sebagai berikut.

  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan pada bayi.
  • Menguatkan otot-otot dan persendian.
  • Meningkatkan kelenturan tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi anggota gerak tubuh.
  • Memperlancar peredaran darah.
  • Menguatkan jantung.
  • Meningkatkan ketahanan tubuh dan kewaspadaan.
  • Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.

3. Waktu yang Tepat untuk Melakukan Senam Bayi

  • Pagi hari/malam hari menjelang tidur
  • Dilakukan satu atau dua kali dalam sehari
  • Waktu pelaksanaan sekitar 5 – 10 menit.

4. Persiapan Sebelum Melakukan Senam Bayi

  • Sediakan waktu khusus untuk melakukan senam bayi. Hal ini supaya ibu bisa melakukan senam bayi ini dengan rileks dan tanpa gangguan.
  • Cuci bersih tangan ibu. Lebih baik lagi kalau kuku pendek.
  • Lepaskan semua perhiasan yang dipakai oleh ibu. Hal ini untuk menghindari anak terluka karena perhiasan kita.
  • Pastikan udara dalam ruangan cukup hangat dan tidak pengap.
  • Baringkan bayi di atas permukaan yang rata dan cukup empuk, seperti di kasur atau busa.
  • Putarlah musik berirama lembut dan menyenangkan.

5. Gerakan Senam Bayi

Posisi Telentang

Gerakan 1:

  • Pegang jari-jari tangan bayi.
  • Gerakkan kedua lengan bayi dengan cara menyilangkan di atas dada, lalu kembalikan ke samping tubuh bayi.
  • Lakukan secara bergantian letak tangan yang menyilang.

Gerakan 2:

  • Pegang jari-jari tangan bayi. Biarkan bayi mengenggamkan tangannya pada ibu jari bunda.
  • Rentangkan lengan kirinya setinggi bahu dan sejauh mungkin ke arah atas. Gerakkan kembali ke samping tubuh.
  • Lakukan gerakan ini secara bergantian lengan kiri dan lengan kanan. Lakukan masing-masing 3 sampai 5 kali ulangan.

Posisi Tengkurap

Gerakan 1:

  • Tidurkan bayi dalam posisi miring ke sisi kanan.
  • Tekuk tungkai kanannya.
  • Luruskan lengan kanan bayi, seperti hendak mengambil mainan di sisi kanan.
  • Bantu dengan tangan Ummi yang menekan dan mendorong bokong dan punggung bayi secara perlahan-lahan.

Gerakan 2:

  • Baringkan bayi dengan posisi tengkurap.
  • Pegang kedua tungkai bawah bayi di daerah betis dengan ibu jari Ummi pada bagian depan dan keempat jari lainnya di bagian belakang.
  • Angkat tungkai kanan bawah bayi ke atas dengan perut tetap menempel di alas. Lakukan bergantian dengan tungkai kiri.

Gerakan 3:

  • Baringkan bayi dengan posisi tengkurap.
  • Angkat kaki kanannya menyilang ke kaki kiri sampai telapak kakinya menapak.
  • Kembalikan ke posisi semula. Lakukan bergantian dengan kaki kirinya.

Gerakan 4:

  • Pertemukan kedua telapak kaki bayi sampai saling menempel.
  • Buka kedua telapak kaki dengan sisi-sisi dalam kaki tetap menempel satu sama lain.

Setelah melakukan gerakan di atas, lakukan gerakan seperti buka tutup.

Bagaimana, Bunda? Mudah, bukan? Selamat mencoba ya!