News Detail

Mengajak anak silaturahim saat lebaran, apa manfaatnya?

Ayah, bunda sudah menjadi tradisi di masyarakat, bahwa lebaran sangat identik dengan silaturahim. Silaturahmi dalam bahasa Arab berarti menyambung hubungan dengan saudara sedarah. Sementara itu, silaturahim berarti menyambung hubungan dengan orang-orang yang bukan saudara seperti tetangga dan teman.

Dari sisi sosial, silaturahmi dan silaturahim sangat penting karena jika tidak dilakukan bisa menyebabkan kehilangan kontak, jaringan dan lain-lain.

Momen Lebaran menjadi penting karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman karena kesibukan masing-masing. Hari itu juga menjadi momen yang paling tepat untuk saling mengunjungi dan meminta maaf.

Bagi anak-anak, momen Lebaran dapat digunakan mengenal keluarga besar dan kerabat serta belajar berbagai tradisi dan norma-norma sosial di lingkungan sekitarnya. Ajang berkumpulnya keluarga besar satu tahun sekali membuat anak memiliki kesempatan untuk mengenal saudara-sauadaranya.

Untuk anak usia pra-sekolah mereka bisa mengenal saudara-saudaranya, meskipun baru melihat dan belum melakukan interaksi. Dengan berkumpul bersama keluarga besar, anak juga akan belajar mengenai keterampilan berkomunikasi.

Pasalnya, berada dalam ruangan yang terdapat beragam orang dengan berbagai usia memerlukan suatu latihan penyesuaian tersendiri. Sambil beradaptasi, anak juga akan belajar untuk bersosialisasi.

Secara khusus, kebiasaan bersilaturahmi juga menambahkan arti untuk saling memaafkan di hari Idul Fitri. Anak menjadi terbiasa berada dalam lingkungan di mana kesanggupan untuk memberi maaf dan meminta maaf merupakan hal penting.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar (SD), maka pengertian silaturami yang dapat diberikan oleh orangtua kepada anak sudah lebih luas dengan mengaitkan kepada pemahaman agama.

Untuk anak-anak yang menginjak usia remaja, biasanya lebih senang berkumpul bersama teman-temannya. Ingatkan mereka momen Lebaran hanya datang satu tahun sekali yang sangat baik mengunjungi orang yang lebih tua sambil meminta maaf. Usahakan suasana Lebaran tetap menyenangkan agi anak-anak.

Ada banyak manfaat mengajak anak bersilaturahim saat lebaran

Mengajarkan anak meminta maaf

Bermaaf-maafan adalah salah satu tradisi yang dilakukan saat Lebaran. Maka silaturahmi menjadi momen yang tepat bagi anak untuk belajar saling memaafkan dengan anggota keluarga besarnya. Meminta maaf pada Kakek-Neneknya karena tidak rajin menelepon, misalnya. Harapannya, kebiasaan baik ini akan berlanjut hingga ia besar nanti.

Lebaran menjadi saat untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan keluarga besar. Apalagi jika Anda tinggal berjauhan dengan orangtua dan saudara kandung. Anak bisa diperkenalkan dengan Kakek-Nenek, Paman, Bibi, sepupu, dari pihak Ayah maupun Ibunya. Saat mengenalkan, sampaikan juga cerita-cerita lucu tentang masa kanak-kanak Anda.

Membiasakan anak untuk berbagi

Jika Anda biasa membawakan oleh-oleh atau buah tangan untuk keluarga besar, di sini Anda sekaligus dapat menunjukkan pada anak nikmatnya berbagi. Sebab, ia mungkin harus menyisihkan makanan kesukaannya untuk anggota keluarga lain, bahkan mungkin tetangga atau petugas kebersihan masjid.

Mengenalkan anak pada tradisi Lebaran

Beda tempat, beda pula kebiasaannya. Kalau kebetulan keluarga besar Anda tinggal di kota lain, ini kesempatan untuk mengenalkan anak pada tradisi Lebaran di tempat tinggal saudara-saudaranya. Bukankah mudik itu sendiri merupakan salah satu tradisi Lebaran di Indonesia? Kenalkan juga pada tradisi lain seperti ziarah ke makam sesudah shalat Ied, silaturahmi ke keluarga besar, dan lain sebagainya.

Memberikan kenangan akan meriahnya Lebaran

Saat Lebaran pasti Anda akan bebersih rumah dan memasak hidangan Lebaran. Ajak anak untuk ikut membersihkan rumah, bahkan mungkin membuat dekorasi di ruang tamu. Minta juga mereka untuk ikut menyiapkan dan memotong bahan-bahan untuk memasak. Dengan semua kegiatan tersebut, anak akan selalu mendapatkan kenangan berkesan tentang suasana Lebaran.

Tips Mengajak Si Kecil Silaturahmi

Untuk anak-anak usia pra-sekolah, utamakan kenyamanan bagi mereka. Ajang silaturahmi sangat baik untuk memperkenalkan mereka terhadap keluarga besar sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi, jangan sampai terhalang karena baju yang tidak nyaman.

Jangan salah, baju baru seringkali mengundang ketidaknyamanan. Penyebabnya bisa dari bahan baju atau kegiatan anak yang terlalu banyak sehingga ia berkeringat. Oleh karena itu, lebih baik bawa baju ganti serta bedak agar anak kembali nyaman.

Bawa segala keperluan anak seperti susu, makanan kesukaan serta boneka yang biasa menemaninya. Hal ini diperlukan agar Anda tidak repot menghadapi permintaan anak terhadap kebiasaan yang dilakukannya sehari-hari.

Anak-anak usia sekolah dasar yang sudah bisa diajak berkomunikasi, berikan pengertian sebelum berangkat silaturahmi. Jelaskan keadaan dan kondisi yang sekiranya akan dihadapi, misalnya bertemu saudara-saudara dari luar kota atau bertemu Kakek Nenek yang dirindukannya.

Biasanya jika anak sudah menginjak remaja, mereka lebih senang berkumpul dengan teman-teman sebaya. Usahakanagar acara silaturahmi keluarga Anda juga dihadiri oleh para sepupu mereka.

Pahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Ada anak yang dengan mudah bersalaman pada orang yang baru ditemui, sementara itu ada juga anak yang pemalu. Biarkan beberapa waktu agar anak Anda terbiasa dengan lingkungan yang baru ditemuinya, lalu ajak ia bertemu dengan saudara atau teman yang sebaya.

Ingat, Anda sebagai orangtua adalah panutan yang utama bagi anak. Setiap gerak-gerik Anda saat bersilaturahmi akan dilihatdan diserap kemudian dicontoh oleh anak-anak.