News Detail

Pentingnya MPASI Bagi Kesehatan Anak

Hai ibu pintar! Mau tau cara menjaga bayi tetap sehat setelah usia 6 bulan? Yuk dibaca artikel ini:

Bayi yang sehat adalah bayi yang mampu melewati masa kritis 1000 hari pertama kehidupan yaitu tidak mengalami malnutrisi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, sehingga bayi membutuhkan asuhan gizi yang tepat dari ibu pintar1. Ibu pintar tentunya harus mengetahui makanan pendamping ASI bagi bayi yang telah melewati masa ASI Eksklusif yaitu saat umurnya sudah 6 bulan atau lebih. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi yang telah berusia 6 bulan keatas sampai 24 bulan sebagai proses awal ketika ASI tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi2.

Manfaat MPASI
MPASI sangat penting untuk menunjang kesehatan anak loh, karena membantu menyediakan kebutuhan energi bagi bayi sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi optimal. Apabila terjadi kesalahan dalam pemberian akan berdampak buruk bagi kesehatan anak seperti diare bahkan dampak jangka panjang akan membuat anak menjadi malnutrisi dan gangguan otak1.

Kebutuhan Energi Bayi
Energi yang dibutuhkan bayi Indonesia dari MPASI sekitar 200 kkal/hari pada umur 6 – 8 bulan, 300 kkal/hari pada umur 9 – 11 bulan dan 550 kkal/hari pada umur 12 – 23 bulan2.

Persiapan dalam MPASI
Ibu-ibu perlu tahu juga! Bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan makanan lain selain ASI, Ibu harus sabar dan memberikan dorongan kepada bayi untuk mau makan, jangan memaksa bayi untuk makan, serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum mempersiapkan MPASI, menyimpan makanan dengan aman dan langsung di konsumsi setelah disajikan, menggunakan alat yang bersih saat membuat dan menyajikan MPASI, menggunakan cangkir dan mangkuk yang bersih saat memberikan MPASI, dan hindari penggunaan botol dot karena susah menjaga kebersihannya untuk menghindari diare dan penyakit lain2,3.

Teknik Pemberian MPASI
Pemberian MPASI menjadi ajang bagi ibu pintar untuk mengenalkan rasa dan tekstur makanan pada bayi sehingga tidak ada masalah makan dikemudian hari. World Health Organization (2003) mengeluarkan rekomendasi tentang praktik pemberian makan bayi yang benar yaitu: memberikan MPASI pada usia genap 6 bulan sambil melanjutkan ASI sampai 24 bulan; bergizi lengkap dan seimbang yang berasal dari makanan mengandung energi, protein, zat besi, asam amino, dan seng; meningkatkan kebersihan dan keamanan makanan; serta diberikan dengan cara yang benar1.

Saat bayi berumur 6 bulan berikan ASI terlebih dahulu sebelum memberikan MPASI. Berikan makanan bertekstur lumat: bubur susu dan bubur saring, dikarenakan jumlah gigi dan saluran pencernaan bayi yang belum optimal. Frekuensi pemberiannya 2 kali sehari, 2 sampai 3 sendok setiap makan sebagai pengenal rasa. Teksturnya harus cukup pekat/kental untuk diberikan dengan tangan. Bahan makanannya mulai dari makanan pokok (jagung, gandum, nasi, padi-padian, kentang, ubi), pisang, wortel, atau kentang yang dilumatkan2,3.

Saat bayi berumur 9-11 bulan diberikan makanan bertekstur lunak: bubur nasi atau nasi tim, karena jumlah gigi dan saluran pencernaan sudah lebih optimal. Pada umur ini adanya penambahan frekuensi makanan kepada bayi menjadi 3 kali sehari, meningkatkan jumlahnya secara perlahan menjadi setengah cangkir sekitar 250 ml, memberikan makanan keluarga yang dilunakkan, memberikan makanan yang bisa dipegang oleh bayi (finger food), dan memvariasikan makanan setiap kali makan, misalnya: makanan hewani kaya zat besi (daging, telur dan produk-produk susu); makanan pokok (biji-bijian, akar danu mbi-umbian); kacang-kacangan; buah-buahan dan sayuran2,3.
Saat bayi bertambah umur hingga 12 bulan keatas sudah diperbolehkan makan makanan keluarga seperti anggota keluarga lainnya. Frekuensi makan tetap 3 kali sehari, memberikan makan keluarga yang dipotong-potong, makanan yang bisa ia pegang, dan makanan yang diiris-iris2,3.

Pentingnya MPASI bagi Kesehatan Anak