News Detail

Perkembangan bayi umur 4 bulan yang perlu bunda ketahui

Pada usia 4 bulan, si Kecil mulai bisa membentuk kosakata seperti “ma-ma” atau “da-da”. Ia juga senang bereskplorasi dengan beragam benda dan warna. Ketahui selengkapnya di sini.

Memasuki usia 4 bulan, si Kecil mulai bisa membentuk kosakata. Pastikan Ibu memberikan stimulasi yang tepat pada si Kecil agar perkembangannya optimal.

Perkembangan bayi 4 bulan yang perlu diketahui orangtua.

Dilansir dari WebMD, perkembangan bayi 4 bulan merupakan salah satu perkembangan yang paling indah. Sebab pada tahap usia ini, bayi lebih banyak menunjukan ekspresinya. Dia akan lebih sering tersenyum, tertawa, atau mengoceh.

Belajar dari pengalaman Sharena, berikut ini beberapa perkembangan lain pada bayi 4 bulan:a. Pertumbuhan

Pada tahap usia ini, umumnya berat badan bayi akan dua kali lipat lebih besar dibandingkan saat dia lahir. Bila bayi tidak mengalami penambahan berat badan, sebaiknya bicarakan hal tersebut pada dokter Anda untuk segera dievaluasi.b. Keterampilan motorik

Kepala bayi tidak akan goyah dan lebih memiliki kontrol saat dia berusia 4 bulan. Mereka dapat memegang kepala, dada, dan menendang kaki mereka.

Bayi juga akan lebih tangkas dan aktif dalam menggerakan tangannya. Biasanya dia akan menggerakan atau mengocok mainannya. Dia juga akan meraih apa saja yang bisa dijangkau.

Oleh karena itu, pastikan untuk tidak meninggalkan mainan atau barang-barang kecil ada di sekitar bayi. Sebab dia bisa saja meraihnya dan memasukannya ke dalam mulut.

Selain itu, sebaiknya lepas kalung atau anting Anda ketika bayi berada pada usia ini. Hal ini dilakukan untuk menghindarinya menarik kalung atau anting Anda secara tiba-tiba.c. Tidur

Bayi sudah bisa tidur lebih tenang dan nyenyak pada tahap usia ini. Biasanya mereka sudah bisa tidur 7-8 jam berturut-turut di malam hari.

Selama tiga bulan pertama kehidupan, bayi masih kesulitan untuk membedakan kontras warna. Itulah sebabnya bayi lebih suka warna-warna cerah dibandingkan warna hitam putih.

Namun di bulan ke 4, penglihatan bayi semakin tajam sekitar 20/40. Bayi 4 bulan sudah bisa melihat warna kontras yang lebih halus. Mereka juga sudah bisa melihat objek jarak jauh meskipun terkadang mereka masih lebih suka melihat objek jarak dekat.

Usia ini mata bayi juga sudah bisa bergerak lancar mengikuti benda dan orang yang ada di sekitarnya. Jika bayi melihat dengan mata juling atau tidak fokus, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut pada dokter.e. Komunikasi

Bayi yang berusia 4 bulan telah menemukan bahwa diri mereka adalah seorang individu yang unik. Mereka juga mulai memperhatikan orang-orang di sekitar mereka merespon tindakannya.

Misalnya, ketika dia menangis dan Anda datang atau ketika dia menjatuhkan sesuatu di lantai dan Anda mengambilnya. Bayi senang menjatuhkan sesuatu yang sama berulang-ulang untuk melihat orangtua mereka mengambilnya berulang kali.

Di usia ini mereka juga menjadi komunikator yang efektif. Mereka mulai mengeskpresikan diri dengan vokal ‘ooh’, ‘aah’, jeritan, atau tawa.

Anda juga dapat melihat bayi menggunakan wajahnya untuk mengeskpresikan berbagai emosi. Mulai dari senyum bahagia berseri-seri, marah, hingga tidak nyaman.

Perlu diperhatikan, bayi di usia ini belajar untuk membaca emosi dari suara dan ekspresi wajah Anda.

Berikut ini berbagai stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si Kecil yang berusia 4 bulan untuk mencapai perkembangan optimal:

1. Kemampuan gerak kasar

  • Menyangga berat

Angkat si Kecil melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan, turunkan badan si Kecil hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur, atau pangkuan Ibu. Coba agar si Kecil mau mengayunkan badan dengan gerakan naik turun, serta menyangga sebagian berat badan si Kecil dengan kedua kakinya.

  • Mengembangkan kontrol terhadap kepala

Agar otot-otot leher si Kecil kuat, gerakan kepalanya perlu dilatih. Caranya adalah dengan meletakkan si Kecil pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangannya, tarik perlahan-lahan ke arah Ibu hingga badan si Kecil terangkat ke posisi setengah duduk. Jika si Kecil belum dapat mengontrol kepalanya (kepala tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini, tunggu sampai otot-otot leher si Kecil lebih kuat.

2. Kemampuan gerak halus

  • Memegang benda dengan kuat

Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan si Kecil. Setelah ia menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih si Kecil memegang dengan kuat.

3. Kemampuan berbicara dan berbahasa

  • Mencari sumber suara

Ajari si Kecil memalingkan wajahnya ke arah sumber suara. Mula-mula, pegang muka si Kecil dan palingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara. Atau, bawa si Kecil mendekati sumber suara.

4. Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

  • Bermain cilukba

Pegang kain atau koran untuk menutupi wajah Ibu dari pandangan si Kecil. Katakan cilukba ketika si Kecil dapat melihat wajah Ibu lagi, dan lakukan hal ini berulang kali. Intinya, usahakan si Kecil tidak dapat melihat wajah Ibu untuk beberapa saat, kemudian tiba-tiba wajah Ibu muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri.

Sumber : asianparent.com dan nutriclub.co.id