News Detail

Perlukah ibu menyusui konsumsi suplemen

Begitu banyak suplemen untuk ibu menyusui, biasanya dikenal sebagai booster Air Susu Ibu (ASI). Tampilan yang memikat, desain packaging yang keren disertai kalimat penjelasan kandungan dan manfaatnya. Apalagi kalau produk tersebut diikutkan sebagai sponsor dalam acara parenting yang juga dibintangi oleh selebritas. Pasti Emak bingung ya mau pilih yang mana? Sebenarnya apakah perlu mengonsumsi suplemen menyusui?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, yuk kita pelajari dulu prinsip produksi ASI. Selama masa menyusui, ada dua hormon yang bekerja, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Setiap kali bayi menyusu, payudara ibu akan menerima rangsangan hisapan bayi dan mengirimkan sinyal pada otak, sehingga otak akan memerintahkan hormon prolaktin untuk memproduksi ASI lagi. Sistem kerja hormon prolaktin ini otomatis, artinya setiap kali ada rangsangan hisapan bayi dan ada ASI yang dikeluarkan, pasti akan bekerja.

Sedangkan hormon oksitosin bertugas untuk memperlancar keluarnya ASI. Hormon oksitosin dipengaruhi oleh psikologis ibu. Apabila ibu merasa rileks, tenang dan nyaman, hormon oksitosin akan lancar bekerja sehingga ASI pun akan lancar. Sebaliknya, bila ibu merasa stress, marah, sedih dan semua emosi negatif lainnya, maka hormon oksitosin pun terhambat dan pengeluaran ASI tidak lancar.

Dengan demikian, kinerja hormon prolaktin tidak dapat dimanipulasi alias tidak dapat dibohongi. Bila tidak ada ASI yang dihisap atau dikeluarkan, maka hormon prolaktin di payudara pun tidak akan memproduksi ASI. Sebaliknya, hormon oksitosin dapat dimanipulasi, artinya psikologi ibu dapat dibantu untuk merasa nyaman dan tenang, sehingga kelancaran ASI dapat ditimbulkan.

Jadi apakah suplemen menyusui diperlukan? Jawabannya adalah silakan dikonsumsi jika Emak merasa suka mengonsumsinya dan tidak merasa terpaksa. Karena suplemen menyusui tidak berpengaruh pada hormon prolaktin (produksi ASI), namun berpengaruh pada hormon oksitosin (kelancaran ASI), dengan catatan: Emak suka mengonsumsinya.

Satu contoh kepercayaan yang banyak beredar di masyarakat adalah konsumsi daun katuk. Apakah benar daun katuk akan memperbanyak produksi ASI? Jawabannya adalah tidak. Tapi bisa memperlancar keluarnya ASI, jika Emak memang suka memakannya. Lain halnya jika Emak diwajibkan makan daun katuk setiap hari selama masa menyusui, alias berbulan-bulan. Tentunya jadi bosan kan? Jika Emak bosan, tentu Emak akan merasa tertekan dan akan mengakibatkan ASI menjadi tidak lancar. Hal ini berlaku untuk semua jenis suplemen.

Sebenarnya jika tujuannya untuk memperlancar keluarnya ASI, bisa dilakukan dengan berbagai cara, tidak terbatas pada makanan atau minuman. Lakukan semua hal yang menyenangkan (dan tentunya menyehatkan) bagi Emak. Misalkan berkumpul bersama keluarga, teman atau shopping di mall. Membaca novel kesukaan, merawat tubuh, melakukan hair spa di salon atau camping di hutan bersama keluarga juga bisa kok. Yang penting menyenangkan untuk Emak!

Happy breastfeeding!

Sumber : Emakpintar.org