News Detail

Senyuman bunda yang baik untuk perkembangan bayi

Bunda mana yang tidak ingin anaknya tumbuh bahagia. Sebenarnya, membuat anak tumbuh bahagia tidak selalu sulit kok.

Kuncinya hanya tersenyum. Bila Bunda sering senyum pada si kecil sejak dini, pengaruhnya bisa pada perkembangan anak kelak.

Menurut psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani atau akrab disapa Nina, penelitian menunjukkan, saat masih bayi, anak sudah mengenal senyuman. Ketika orang tua tersenyum, bayi juga tersenyum.

Sebaliknya, jika orang tua tidak pernah senyum, bayi mudah rewel. Alasannya, anak merasa tidak dipedulikan dan dicintai, Bun.

“Dengan senyum, anak merasa nyaman, aman, dan dicintai. Ketika ketiganya bersatu, terjadi hubungan dekat atau attachment antara orang tua dan anak,” kata Nina.

Nah, masalahnya, kata Nina, orang tua sekarang terlalu sibuk sehingga jarang senyum. Padahal, senyum bisa dilakukan kapanpun dengan mudah.

Memberikan senyum ke anak juga butuh strategi. Berikut 2 strategi senyum bagi orang tua menurut Nina, yang Bunda perlu tahu.

1. Orang tua sibuk dan lelah bekerja

Kalau lelah kerja, Bunda bisa cari strategi sebelum bertemu anak, misalnya, menyanyi lagu untuk membangun mood. Nah, saat mood terbangun, bertemu anak pun akan bahagia dan senyum yang diberikan juga sepenuh hati.

2. Jika anak tidak lepas dari orang tua

Bila waktu bersama anak banyak, namun tidak berkualitas, lebih baik Bunda sediakan waktu bermain khusus dengan anak. Misalnya, lima belas menit, lalu istirahat, setelah itu dilanjutkan lagi.

Saat bermain, cobalah cari permainan yang seru, saat itulah Bunda bisa mulai tersenyum dan mengajak anak tertawa. Bunda juga bisa membangun bonding dengan si kecil.

Sebelum anak beranjak dewasa, penting untuk membangun bonding orang tua dan anak. Terutama di tiga tahun pertama usianya.

“Efektivitas senyuman terutama di tiga tahun pertama usia anak. Namun, tetap terus dibangun sepanjang anak hidup,” ujar Nina.

Baca juga artikel ini ya :