News Detail

Tahukah ibu jika kita wajib melatih bayi merangkak sebelum berjalan

Merangkak adalah salah satu fase yang umum dilewati oleh setiap bayi di masa perkembangannya. Setelah bayi sudah bisa tengkurap sendiri, selanjutnya ia akan belajar untuk merangkak sebelum akhirnya bisa berjalan. Namun ternyata, tidak sedikit orangtua yang menganggap sepele fase merangkak dan langsung merasa bangga saat si kecil mampu berjalan. Padahal, fase bayi merangkak itu tak kalah penting, lho!

Kenapa melatih bayi merangkak sebelum berjalan itu penting?

Para ahli mengungkapkan bahwa fase bayi merangkak adalah tonggak utama untuk melatih keseimbangan dan perkembangan motorik si kecil. Felice Sklamberg, seorang ahli terapi okupasi pediatrik di New York University’s School of Medicine, mengungkapkan kepada Parenting bahwa fase ini bermanfaat untuk memperkuat anggota tubuh si kecil, terutama untuk pergelangan tangan, siku, dan bahu.

Tidak hanya melatih keseimbangan motorik, fase merangkak nyatanya juga dapat melatih keseimbangan fungsi otak kanan dan kiri si kecil. Bila diperhatikan, bayi merangkak maju dengan menggerakkan lengan kanan dan kaki kiri, kemudian lengan kiri dan kaki kanan secara bergantian. Proses ini disebut dengan pola cross-crawl.

Kombinasi gerakan anggota tubuh bagian kanan dan kiri tersebut menandakan bahwa adanya pertukaran informasi di otak yang berjalan sangat cepat. Hal ini juga berguna bagi si kecil nantinya untuk melakukan aktivitas yang lebih sulit, seperti berjalan, berlari, memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya, atau bahkan mencatat sambil mendengarkan guru di kelas.

Kapan sebaiknya ibu mulai mengajarkan bayi merangkak?

Menurut Anne Rowan-Legg, seorang dokter anak di Children’s Hospital of Eastern Ontario di Ottawa, kebanyakan bayi merangkak mulai usia 7 sampai 10 bulan. Ada beberapa tipe merangkak pada bayi, di antaranya:

  • Bayi merangkak dengan tangan dan lututnya
  • Bayi merangkak dengan tangan dan kakinya
  • Bayi merangkak dengan menggunakan perutnya
  • Bayi merangkak dengan cara mengesot

Meski demikian, tidak semua bayi akan mengalami perkembangan yang sama di usia yang sama. Bahkan, ada juga beberapa bayi yang tidak mengalami fase merangkak sama sekali. Ketika bayi tidak bisa merangkak, hal ini dapat disebabkan karena bayi mengalami kelebihan berat badan, malnutrisi, atau keterlambatan perkembangan.

Baca juga : Anak suka gregetan saat pegang mainan, ini cara mengatasinya

Bagaimana jika bayi saya telanjur bisa berjalan tanpa melewati fase merangkak?

Tidak sedikit bayi yang melewatkan fase merangkak karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Misalnya saja, orangtua terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untuk menstimulasi bayi mereka melakukan tummy time atau fase tengkurap. Lalu, apa hubungannya antara fase merangkak dengan fase tengkurap?

Fase tengkurap adalah awal yang baik untuk melatih si kecil menggerakkan otot-otot tubuhnya. Pada saat ini, si kecil mulai belajar untuk menegakkan kepalanya dan melihat benda-benda yang ada di sekitarnya. Ini nantinya akan memungkinan si kecil untuk menggerakkan tangan dan kakinya bergerak maju maupun mundur, kemudian merangkak.

Bagaimana jika bayi telanjur sudah mulai bisa berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu? Sebaiknya segera latih si kecil untuk merangkak secara perlahan walau ia sudah mampu berjalan. Caranya, tengkurapkan bayi di atas alas yang bersih, kemudian arahkan si kecil untuk mengikuti mainan favorit yang ada di hadapannya. Ingat, selalu berikan pujian untuk di kecil tiap kali ia berhasil mengikuti instruksi Anda.

Meski demikian, Anda tidak perlu sampai memaksanya hingga si kecil terlihat tidak nyaman. Ingat bahwa kemampuan dan proses tumbuh kembang setiap bayi berbeda-beda. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Namun bagaimanapun, merangkak tetap menjadi kunci untuk perkembangan motorik si kecil.

Hati-hati saat mengajarkan bayi merangkak

Fase bayi merangkak adalah tahapan perkembangan yang paling menantang dan emosional bagi para orangtua. Pasalnya, saat inilah bayi sudah mulai bisa bergerak dengan usahanya sendiri. Maka tak heran bila orangtua akan sedikit kewalahan saat si kecil terus bergerak kesana kemari untuk mengeksplor kemampuan tubuhnya. Maka itu, pastikan untuk selalu mengawasi si kecil agar ia tidak terjatuh atau terbentur benda di sekitarnya.

Sumber : Hellosehat.com