News Detail

Ternyata MPASI bisa juga jadi sarana melatih motorik bayi, pengen tahu..

Bunda, ternyata tak hanya di kala bermain saja melatih motorik pada bayi,  nyatanya melatih motorik si Kecil bisa juga dilakukan ketika ia sedang makan, terutama saat memasuki tahap MPASI/makanan pendamping ASI. Selain penting untuk kebutuhan nutrisi, MPASI ternyata juga dapat menjadi sarana untuk mengasah dan menstimulasi kemampuan motorik anak. Mengapa sebenarnya kemampuan motorik anak perlu untuk dilatih? Kemampuan motorik memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan anak, bukan hanya untuk sekedar bergerak, kemampuan motorik juga dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Dokter Meta Hanindita Sp.A dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyebutkan bahwa kemampuan motorik akan membantu anak dalam mengenal berbagai kegiatan olahraga yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kesehatan fisiknya. Anak dengan kemampuan motorik yang baik juga dapat membuat dirinya menjadi lebih percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kemampuan motorik akan berpengaruh pula terhadap perkembangan otak dan mental anak. Kemampuan motorik akan meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak, yang juga turut berpengaruh dalam mengembangkan kemampuan mental dan intelektualnya.

MPASI menjadi salah satu media yang ideal untuk melatih motorik si Kecil, karena ketika memasuki usia MPASI (5-6 bulan), bayi sudah mampu menggenggam dan memasukkan benda ke mulutnya. Dokter Tjhin Wiguna, Sp.Kj (K) menyebutkan bahwa melatih anak makan sendiri dapat meningkatkan kemampuan jemarinya/motorik halus, nantinya kemampuan motorik halus ini akan menjadi bekal bagi sang anak untuk menulis dan melakukan beragam aktivitas rumit lainnya yang menggunakan jari tangan.

Kemampuan motorik halus yang akan terstimulasi ketika si Kecil sedang makan sendiri ialah kemampuan penglihatan serta kemampuan tangannya untuk menggenggam dan melepas. Karena kombinasi antara kedua kemampuan ini terjadi pada waktu yang bersamaan, maka koordinasi antara mata dan tangannya juga akan berkembang.

Selain itu, Tiffany Hays, direktur dari Pediatric Nutrition di Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore, Amerika Serikat juga berkata “When a child is in control of feeding, he responds to natural cues for hunger and fullness”. Hal ini tentunya akan memudahkan Mom untuk mengetahui kapan si Kecil merasa lapar dan kapan ia sudah terlihat kenyang. Si Kecil pun jadi belajar untuk memiliki pengertian terhadap kebutuhan tubuhnya sendiri.

Untuk menjadikan stimulasi motorik lebih efektif, maka Mom harus menyesuaikan usia si Kecil dengan stimulasi yang diberikan. Contohnya, ketika kemampuan menggenggam si Kecil sudah semakin baik, Mom bisa melatihnya menggunakan peralatan makan. Penggunaan alat makan penting digunakan untuk membantu si Kecil melatih motorik halusnya lebih lanjut. Balita umumnya mulai tertarik menggunakan peralatan makan saat memasuki usia 13 bulan, dan ketika berumur 4 tahun ia sudah dapat menggenggam peralatan makan dengan sempurna layaknya orang dewasa.

Terdapat pula beberapa hal yang perlu Mom perhatikan dalam memilih peralatan makan si Kecil. Selain tidak memiliki ujung yang lancip/tajam, Mom juga harus memastikan alat makan yang digunakan si Kecil tidak mengandung BPA (Bisphenol A) serta menggunakan material yang non-toxic. Di bulan Juli 2013, FDA (Food and Drug Administration) sempat melarang keras penggunaan BPA dengan alasan bahaya yang dapat dialami oleh bayi. BPA yang masuk ke dalam tubuh bisa mengganggu sistem hormon yang nantinya akan membahayakan kondisi fisik, tumbuh kembang, bahkan memicu sikap agresif/resah pada bayi. 

Mungkin sebagian besar Moms tidak ingin membiarkan si Kecil makan sendiri karena tidak ingin berhadapan dengan makanan yang berlepotan pada wajah si Kecil ataupun minuman yang tumpah di lantai dan meja. Namun, Dr. Jaeah Chung, M.D., asisten professor dari clinical pediatrics di Stony Brook Children’s Hospital, New York menyatakan bahwa sebagian besar anak-anak baru mampu makan tanpa tumpah ketika memasuki usia 18-24 bulan. Jadi Mom tidak perlu khawatir jika si Kecil masih sering menjatuhkan makannya. Malahan semakin sering ia dilatih untuk makan sendiri, maka semakin cepat pula ia akan belajar untuk dapat makan secara mandiri.

sumber :  Babyologist.com