News Detail

Tips menyiapkan MPASI buat bunda bekerja

Menjadi seorang ibu bekerja saat bayi mulia memasuki usia 6 bulan memang cukup merepotkan. Walaupun ada orang rumah yang ikut membantu, sebagai ibu tentu ingin memberikan makanan MPASI yang terbaik. Sehingga manajement waktupun harus diatur sebaik mungkin. MPASI yang terbaik mutlk diperlukan agar anak anak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Ada beberapa tips yang bunda perlu lakukan agar pemberian MPASI berjalan sesuai dengan keinginan kita

  1. Membuat Jurnal MPASIMembuat jurnal atau catatan tentang menu MPASI sangat disarankan pada tahap awal MPASI. Berguna untuk memonitoring tingkat alergi anak terhadap makanan tertentu. Jurnal MPASI juga bermanfaat untuk evaluasi jika terjadi masalah kesehatan dan perubahan makan pada anak. Jurnal MPASI ternyata juga sangat membantu bagi ibu bekerja yang terkadang kehabisan ide menu karena kita bisa mengulang menu di awal minggu dengan menu yang sama.

Resep-resep MPASI sekarang sudah dengan mudah kita dapatkan di internet bahkan aplikasi resep juga bisa kita download dan diinstall di ponsel. Jaman digital memang sangat memudahkan bukan?

2. Membeli Alat Tempur MPASI yang Mendukung
Terkadang cara konvensional dengan memasak MPASI diatas kompor dirasa kurang praktis dan memakan banyak waktu. Berikut beberapa alat MPASI yang perlu dimiliki oleh ibu bekerja agar dapat menyingkat waktu : a. Slow Cocker. 

Bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita yang sudah mulai belajar makan saya rekomendasikan untuk melengkapi alat dapurnya dengan Slow Cocker.  Selain digunakan untuk membuat bubur MPASI, Slow Cocker juga dapat kita gunakan untuk membuat berbagai macam masakan yang membutuhkan waktu masak lama seperti sop daging, semur, kaldu dan lain-lain.
Saya sendiri memakai slow cocker yang ukuran sedang yaitu 1,2 Liter. Ukuran terkecil dari adalah 0,7 Liter. Sebagai ibu bekerja, saya merasa sangat terbantu dengan Takahi  ini karena semua bahan MPASI tinggal dicemplungkan berbarengan dengan urutan bahan dari yang teksturnya keras dan yang paling atas adalah bahan yang mudah lunak. Slow cocker bagiku adalah alat terpenting dalam MPASI sebelum dia bisa makan nasi utuh sama seperti orang dewasa.

Slow cooker 1,2 Liter berbeda dengan 0,7 Liter karena telah dilengkapi dengan settingan kecepatan memasaknya yaitu setting ke aturan slow, high atau auto. Pada saat kita menyalakan setting slow kita membutuhkan waktu memasak bubur selama 4-6 jam, pada settingan high cukup 2 jam sementara pada setting auto lebih fleksibel karena setelah bubur masak sesuai dengan tekstur yang diinginkan  slow cocker akan off dengan otomatis.
Saya memasak nasi tim untuk Rafa langsung untuk 3x makan dan biasanya mengabiskan beras 4 sendok makan. Saya sengaja memisahkan nasi dengan sayur dan lauknya, jadi biasanya saya menggunakan slow cocker hanya untuk membuat nasi lembek/nasi tim sedangkan sayur plus lauknya dimasak manual di atas kompor. Berikut tips sukses menggunakan slow cocker

  • Menyiapkan beras sebanyak 4 sendok makan, kemudian dicuci bersih.
  • Siapkan tembikar Takahi dan masukkan beras yang telah dicuci kedalam tembikar.
  • Tambahkan air mendidih sebanyak 300 cc. Air panas dapat diganti dengan air dingin biasa hasilnya sama hanya saja saya memakai air mendidih agar mempercepat proses memasak dan meratakan tingkat kematangan nasi.
  • Jika menginginkan kekentalan bubur/nasi tim yang lebih cair bisa ditambahkan air lagi.
  • Hindari menyalakan slow cocker saat bagian bawah tembikar masih basah dengan air. Lebih baik lap dan keringkan tembikar terlebih dahulu.
  • Letakkan tembikar pada basis slow cocker dan sambungkan pada arus listrik.
  • Setting pada aturan high untuk waktu memasak 2 jam.
  • Bisa ditinggal aktivitas lain atau ditinggal tidur lagi dan pagi hari nasi tim siap untuk breakfast si kecil.

Apabila kita ingin memasak sekaligus dengan bahan pelengkap dan lauknya kita tinggal memasukkan secara bersamaan dengan beras dan ditambahkan air secukupnya. Ada pro kontra pada proses memasak seperti ini, ada yang berpendapat jika memasak sayur dengan slow cocker akan menghilangkan nutrisi dan kandungan gizinya karena dipanaskan dalam waktu lama. Ada pula yang berpendapat memasak dengan slow cocker tetep baik dan tidak akan menghilangkan nutrisi karena dimasak dengan panas yang stabil dan air sarinya tetap berada dalam tembika slow cocker karena ditutup rapat. Ini semua kembali pada momisan mau yakin pada pendapat yang mana.

b. Saringan
Saringan sangat direkomendasikan sebagai alat untuk mendapatkan MPASI yang cair diawal-awal MPASI dibandingkan melunakkan dengan  food processor. Melunakkan MPASI dengan Blender/Food Processor akan menghilangkan cita rasa alami makanan dan ada yang berpendapat dapat membuat anak sulit mandiri atau naik tekstur makannya.

c. Food Processor/Blender
Blender/Food Processor biasa saya pakai untuk membuat jus segar atau smoothies.

Beberapa bahan yang direkomendasikan WHO untuk ditambahkan dalam MPASI seperti lemak tambahan semacam EVO, ELO, Unsalted & Salted Butter, Keju, Oat dan Yogurt dapat kita beli di seluruh supermarket baik Hypermart. Carefour, Giant, Superindo, dan lain-lain.


3. Membuat Stok Frozen Food
Stok frozen food bagi ibu bekerja sangat-sangatlah membatu karena saat kita dikejar waktu dipagi hari sementara bahan MPASI segar habis, kita bisa mengeluarkannya. Kita bisa membuat stok frozen food saat weekend untuk kebutuhan seminggu kedepan sehingga kita tetap dapat menyiapkan MPASI sehat homemade buatan sendiri.

Frozen food yang dapat kita stok dan proses pembuatannya juga mudah antara lain seperti nugget daging/ayam yang ditambah sayuran, bakso, siomay etc. Bagi bayi yang baru memulai MPASI kita dapat menyimpan frozen food berupa pure buah/sayur dengan aturan dipisah-pisah antar bahan. Pure yang difrozenkan sebaiknya digunakan tidak lebih dari seminggu, kalau saya sarankan maksimal 3 hari.