News Detail

Wajib tahu, ini perbedaan merawat bayi zaman old dan zaman now

Pernah ga Mama berselisih dengan orangtua saat merawat si kecil? Biasanya sih, kalau orangtua ikut andil dalam merawat si kecil tentunya banyak pantangan. Selain itu orangtua cenderung menerapkan perawatan yang dianggap ampuh saat merawat kita bayi dulu. Ada yang merasakannya nggak nih Mama?

Nah, perbedaan ini terjadi karena Mama mulai update informasi perkembangan si kecil melalui berbagai media. Banyak penelitian baru yang membuktikan perawatan si kecil zaman dulu tidak bisa disamakan lagi dengan merawat si kecil pada ‘jaman now’. Wah kenapa?

Mama Papa Harus Tahu nih perkembangan ilmu kesehatan dalam merawat anak saat ini sudah semakin maju, sehingga cara merawat pun juga ikut berbeda.Seperti, hal-hal yang dari dulu menjadi kebiasaan dan dianggap baik dalam merawat si kecil ternyata sekarang justru tidak lagi direkomendasikan.

Buat Mama yang masih melakukan perawatan seperti yang diajarkan orangtua pada zaman dulu, sekarang saatnya untuk update cara merawat si kecil. Yuk, simak beberapa perbedaan dalam merawat si kecil pada jaman now vs zaman dulu berikut ini:

Penggunaan gurita pada bayi usia 0-3 bulan

Zaman dulu



Saat si kecil terlahir, penggunaan gurita sangat diwajibkan loh! Gurita dipakaian dengan ketat dengan tujuan untuk merampingkan perut si kecil agar tidak terlihat buncit.

Jaman now

Tujuan menggunakan gurita hanya untuk menghangatkan si kecil. Jika Mama ingin tetap menggunakannya kepada si kecil maka pakaikan secara longgar. Jika gurita digunakan terlalu kencang akan menimbulkan risiko sesak napas pada si kecil, selain itu juga dapat menghambat perkembangan organ tubuhnya.

Cara merawat tali pusar si kecil

Zaman dulu

Agar tali pusar cepat kering dan puput (lepas) dan tidak bodong, Mama diminta menaruh uang logam diatas tali pusar bayi. Tali pusat juga dibungkus dengan kain kasa yang diberikan obat-obatan seperti betadine agar cepat kering.

Jaman now

Dari beberapa ahli kesehatan dan dokter anak, menyarankan untuk saat ini tali pusar si kecil dibiarkan mengering untuk menghindari terjadinya infeksi di sekitaran tali pusar. Penggunaan uang logam tidak berpengaruh ya, Mams, ke bentuk pusar bayi. Kotoran dari uang logam malah beresiko menimbulkan infeksi pada luka.

WHO merekomendasikan untuk membersihkan tali pusar si kecil menggunakan air dan sabun, lalu keringkan menggunakan handuk. Untuk mengurangi gesekan antara popok dan tali pusar, maka gunakan popok khusus yang memiliki celah pada bagian pusat.

Menggunakan bedong

Zaman dulu

Agar kaki si kecil tidak berbentuk O maka pada zaman dulu penggunaan bedong kaki si kecil diluruskan dan diikat dengan kencang.

Jaman now

Sama halnya dengan penggunaan gurita, bedong bertujuan untuk menghangatkan tubuh si kecil, memberikan kenyamanan bukan membentuk kaki agar lurus. So, saat menggunakan bedong pada si kecil janganlah terlalu kencang, biarkan bagian kaki sedikit terlepas. Untuk penggunaan bedong sendiri, sebaiknya dilakukan saat ingin tidur dan hanya sampai usia 1 bulan.

Menggendong si kecil

Zaman dulu

Si kecil tidak boleh sering digendong, nanti akan membuat bau tangan. Namun, untuk menggendongnya harus dalam posisi tidur dan tidak dibolehkan untuk menggendong dengan posisi kaki membuka hingga usia 7 bulan.

Jaman now

Memang sebaiknya saat usia 0-3 bulan cara menggendong si kecil adalah dengan posisi tertidur, hal ini disebabkan kemampuan otot dan motorik lehernya yang masih belum sempurna. Namun, saat ia sudah tumbuh biasanya si kecil akan bosan dengan gaya gendong seperti itu.

Nah, menggendong si kecil bukan berarti akan bau tangan loh! Sering membiarkan si kecil menangis tanpa Mama perhatikan akan berdampak psikologis kepada si kecil nantinya. Tangisan si kecil adalah bentuk komunikasi untuk mengutarakan hal yang membuatnya tidak nyaman. Saat si kecil menangis, Mama bisa mencari tahu penyebabnya dan bisa menenangkannya dengan menggendongnya.

Di jaman now tentu variasi menggendong si kecil juga beragam dengan beberapa alat bantu yang bukan hanya dari kain samping saja. Seperti metode kangguru atau teknik hand free dengan menggunakan baby wrap.

Penggunaan bedak tabur pada si kecil

Zaman dulu

Agar si kecil wangi sepanjang hari, penggunaan bedak merupakan hal wajib yang sering dilakukan orangtua jaman dulu sehabis mandi. Bedak dianggap juga bisa mengurangi keringat dan mengurangi ruam.

Jaman now

Saat ini tidak dianjurkan lagi untuk penggunaan bedak tabur pada si kecil usia 0-3 bulan, selain rambut halus di hidung belum tumbuh maka akan ditakutkan si kecil batuk karena bedak.

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics penggunaan bedak mengandung talc dapat menimbulkan kanker ovarium di masa mendatang, karena talc merupakan mineral dengan kandungan silikat magnesium terhidrasi, yang sudah diolah sedemikian rupa hingga menjadi bubuk halus.

Madu atau air gula sebagai tambahan ASI

Zaman dulu

Karena ketakutan si kecil kekurangan ASI, maka pemberian air gula atau madu lebih sering diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil.

Jaman now

Pemberian air, air gula sangat tidak dianjurkan pada si kecil yang berusia di bawah 6 bulan, hal ini disebabkan air gula atau madu bisa menurunkan tingkat elektrolit dalam tubuh si kecil. Si kecil yang belum memasuki usia 6 bulan, belum mampu menyeimbangkan natrium dan garam, sehingga air kencing yang dikeluarkan justru elektrolit dan sodium dan yang ada di dalam tubuh hanya air saja. Untuk itu, sebaiknya Mama jangan memberikan air gula pada si kecil ya!

Tidur bersama si kecil

Zaman dulu

Bukan hanya pada zaman dahulu saja, tidur bersama si kecil masih dilakukan new Mampaps yang bertujuan agar si kecil lebih dekat dan Mama mudah memberikan ASI saat ia terjaga di malam hari. Bahkan, jika si kecil sedang tidur sendiri Mama akan meletakkan bantal di sampingnya sebagai perlindungan.

Jaman now

Ternyata, saat ini tidur bersama si kecil berisiko sids (Sudden Infant Death Syndrome) yaitu penyebab kematian mendadak pada bayi yang biasanya disebabkan oleh tidur bersama orangtua atau bahkan tertimpa bantal atau muka si kecil tertutup selimut.

Penggunaan baby walker

Zaman dulu

Banyak cara yang dilakukan orang zaman dulu agar si kecil dapat berjalan cepat, salah satunya dengan menggunakan alat bantu kursi yang memiliki roda yaitu baby walker di mana si kecil dapat dengan bebas melangkahkan kakinya.

Jaman now

Penggunaan baby walker di beberapa negara berkembang seperti Kanada dan Amerika Serikat melarang orangtua untuk menggunakan alat bantu jalan ini untuk si kecil. Mama Papa harus tahu, di kutip dari website IDAI mengatakan bahwa:

Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 2001 mengatakan bahwa Pada tahun 1999 diperkirakan sebanyak 8800 anak usia dibawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kecelakaan akibat baby walker. Dari tahun 1973 sampai 1998 dilaporkan sebanyak 34 bayi meninggal akibat kecelakaan baby walker yang kebanyakan karena jatuh dan cedera kepala.

Selain menyebabkan kecelakaan, penggunaan baby walker juga akan membuat anak menjadi malas loh!

Pemberian MPASI untuk si kecil

Zaman dulu

Pemberian MPASI dilakukan pada bayi masih berusia 3 bulan, karena beranggapan si kecil masih lapar dan pemberian ASI saja tidak cukup untuk proses tumbuh kembangnya.

Jaman now

Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan setelah si kecil berusia 6 bulan, pada usia ini organ pencernaannya sudah siap untuk menerima makanan dan dapat diproses dengan baik. Pada MPASI minggu pertamanya, kenalkan terlebih dahulu makanan yang halus untuk menghindari bahaya tersedak.

Bagaimana Mama mengenai fakta merawat si kecil jaman now vs zaman dulu? Ayo, lebih berhati-hati untuk melakukan kebiasaan jaman dulu ya Mama. Karena beda zaman tentunya beda metode yang diterapkan dalam ilmu kesehatan. Ada fakta lain cara merawat si kecil yang dulu dilakukan dan sekarang sudah tidak dilakukan? Yuk, share di kolom komentar